Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ketegangan Selat Hormuz Memuncak, Iran Mulai Sebar Ranjau, Trump Ancam Balasan '20 Kali Lipat'

Ari Arief • Rabu, 11 Maret 2026 | 11:10 WIB

Ilustrasi perang AS, Israel vs Iran.
Ilustrasi perang AS, Israel vs Iran.

KALTIMPOST.ID, TEHERAN-Situasi di Selat Hormuz kian mencekam. Jalur nadi perdagangan minyak dunia tersebut kini dilaporkan mulai dipenuhi ranjau laut.

Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang dirilis CNN pada Rabu (11/3) menyebutkan bahwa Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mulai menyebar perangkat peledak bawah air tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Meski jumlah ranjau yang terdeteksi belum masif, langkah ini dipandang sebagai sinyal bahaya bagi keamanan maritim internasional.

Sumber intelijen menggambarkan kondisi perairan strategis tersebut kini tak ubahnya seperti "lembah kematian" bagi kapal-kapal dagang yang nekat melintas.

Baca Juga: Laporan Intelijen Rusia Sebut Kerugian Israel Capai Ribuan Personel dalam 3 Hari

Kendali Penuh IRGC

Saat ini, IRGC memegang kendali penuh atas navigasi di Selat Hormuz bersama Angkatan Laut Iran. Selain armada penebar ranjau, Teheran dikabarkan telah menyiagakan kapal-kapal cepat bermuatan peledak serta baterai rudal di sepanjang garis pantai untuk mengunci pergerakan lawan.

Ironisnya, di tengah ancaman tersebut, belum ada pengawalan militer bagi kapal-kapal komersial. Pejabat Pentagon mengonfirmasi pada Selasa (10/3) bahwa Angkatan Laut AS sejauh ini tidak memberikan pengawalan khusus, meski sebelumnya Presiden Donald Trump sempat mewacanakan opsi tersebut.

Diplomasi "Syarat Tunggal" Iran

Baca Juga: Kisah Tsabitah, Mahasiswi Asal Penajam PPU di Garis Depan Kemanusiaan Yordania-Palestina

Di sisi lain, Iran menawarkan "jalur hijau" bagi negara-negara tertentu. Melalui pernyataan resminya, IRGC menjamin kebebasan navigasi bagi kapal-kapal dari negara Arab maupun Eropa dengan satu syarat politik yang berat.

"Negara manapun yang bersedia mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayah mereka, akan diberikan hak melintas penuh di Selat Hormuz mulai besok," tulis pernyataan IRGC yang dikutip media pemerintah Iran.

Gertakan "Api dan Amarah" Trump

Menanggapi blokade dan ancaman ranjau tersebut, Presiden AS Donald Trump bereaksi keras melalui platform Truth Social.

Trump mengancam akan meluncurkan serangan balasan dengan intensitas yang jauh lebih destruktif jika Iran benar-benar memutus pasokan minyak global.

"Jika Iran menghentikan aliran minyak, mereka akan dihantam 20 kali lebih keras dari apa yang pernah mereka alami selama ini," tegas Trump.

Ia bahkan memperingatkan bahwa AS akan menyasar target-target vital yang akan membuat Iran mustahil untuk bangkit kembali.

Baca Juga: Gawat! Tugboat Meledak di Selat Hormuz, Tiga Pelaut Asal Indonesia Hilang dalam Pencarian

"Kematian, api, dan amarah akan menguasai mereka. Saya berdoa hal ini tidak perlu terjadi, namun langkah tegas ini adalah 'hadiah' bagi China dan negara-negara lain yang bergantung pada stabilitas Selat Hormuz," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, harga minyak dunia dilaporkan terus bergejolak seiring dengan meningkatnya risiko militer di jalur perlintasan utama tersebut.(*)

Editor : Almasrifah
#selat hormuz #amerika serikat #Israel #iran #ranjau