Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

China Desak Hentikan Perang Timur Tengah, Peringatkan Dampak Besar ke Ekonomi Global

Thomas Dwi Priyandoko • Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:10 WIB

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Pemerintah China menyerukan penghentian konflik di kawasan Timur Tengah yang terus meluas dan berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa perang bukan solusi dan hanya akan memperpanjang konflik serta memicu kebencian baru.

“Sejarah menunjukkan bahwa kekuatan militer bukan jalan keluar. Konflik bersenjata hanya akan melahirkan masalah baru,” ujarnya.

China juga menyoroti dampak perang terhadap sektor energi, jalur pelayaran, dan perdagangan internasional. Konflik yang berlangsung hampir tiga pekan itu dinilai merugikan kepentingan bersama banyak negara.

Beijing menegaskan pentingnya menjaga kelancaran distribusi energi dari kawasan Teluk serta mendesak semua pihak untuk segera menghentikan pertempuran.

Pernyataan ini bertepatan dengan peringatan 23 tahun Perang Irak 2003, yang menjadi contoh dampak panjang konflik terhadap stabilitas kawasan.

Di sisi lain, perang di Timur Tengah juga berdampak pada kepentingan ekonomi China. Kenaikan harga energi berpotensi menekan sektor manufaktur dan memicu inflasi.

Selain itu, ketidakpastian global juga dapat mengganggu proyek strategis Belt and Road Initiative yang menjadi andalan Presiden Xi Jinping.

Para analis menilai, di tengah konflik ini, China berupaya memposisikan diri sebagai kekuatan global yang lebih stabil. Namun, tekanan ekonomi akibat perang tetap menjadi tantangan besar bagi Beijing.(*)



Editor : Thomas Priyandoko
#amerika #china #Israel #perang timur tengah #ekonomi global #iran