Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Israel Gempur Beirut Selatan, Klaim Tangkap Dua Anggota Hizbullah

Thomas Dwi Priyandoko • Selasa, 24 Maret 2026 | 06:35 WIB

Asap membumbung dari kawasan pinggiran selatan Beirut setelah serangan udara Israel menghantam wilayah tersebut. (Foto:AFP)
Asap membumbung dari kawasan pinggiran selatan Beirut setelah serangan udara Israel menghantam wilayah tersebut. (Foto:AFP)

KALTIMPOST.ID, HAZMIYEH – Israel kembali melancarkan serangan udara ke pinggiran selatan Beirut pada 23 Maret 2026. Serangan tersebut menjadi yang pertama dalam beberapa hari terakhir di wilayah yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah.

Pada saat yang sama, militer Israel mengklaim berhasil menangkap dua anggota Hizbullah yang didukung Iran dalam operasi di Lebanon selatan.

Sebelumnya, serangan Israel juga menghantam kawasan Hazmiyeh, daerah elit yang mayoritas dihuni warga Kristen dan berada di dekat ibu kota Beirut. Israel menyatakan target serangan itu adalah anggota pasukan operasi luar negeri Garda Revolusi Iran.

Siaran langsung AFPTV memperlihatkan kepulan asap besar membumbung di atas pinggiran selatan ibu kota Lebanon. Kantor berita pemerintah Lebanon, National News Agency, melaporkan sedikitnya lima serangan menghantam wilayah tersebut. Warga Beirut juga mendengar jet tempur Israel terbang rendah di atas kota dan daerah sekitarnya.

Baca Juga: Tekanan Global Uji Ketahanan Dunia Usaha di Kaltim

Militer Israel menyatakan pihaknya menyerang infrastruktur Hizbullah di Beirut. Sebelum serangan dilancarkan, Israel juga mengaku telah memperingatkan warga agar meninggalkan wilayah pinggiran selatan.

Konflik di Lebanon memanas setelah Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel pada 2 Maret 2026. Serangan itu disebut sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan yang disebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Israel melancarkan berbagai serangan di seluruh wilayah Lebanon. Sedikitnya 1.039 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Israel juga mengirim pasukan darat ke wilayah selatan Lebanon.

Dalam pernyataan pada 23 Maret, militer Israel menyebut pasukannya menemukan sejumlah anggota bersenjata dari pasukan elit Hizbullah, Radwan Force, yang diduga sedang bersiap meluncurkan rudal anti-tank.

Militer Israel menyatakan setelah teridentifikasi para anggota tersebut menyerah kepada pasukan Israel. Mereka kemudian ditangkap dan dipindahkan ke wilayah Israel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Militer Israel kepada AFP menyebut dua anggota Hizbullah berhasil ditangkap dalam operasi tersebut.

Di sisi lain, Hizbullah mengklaim telah melancarkan lebih dari 50 serangan terhadap pasukan dan pangkalan militer Israel di wilayah Israel utara dan Lebanon selatan, terutama di kota pesisir perbatasan Naqura.

Baca Juga: Lonjakan Transportasi Lebaran Berpotensi Tekan Daya Beli

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, juga melaporkan markas mereka di Naqura terkena proyektil pada 23 Maret. Proyektil tersebut diduga ditembakkan oleh kelompok bersenjata non-negara. Selain itu, media pemerintah Lebanon juga melaporkan sejumlah serangan Israel lainnya di wilayah selatan negara tersebut.

Kementerian kesehatan Lebanon menyatakan serangan Israel di Hazmiyeh menewaskan sedikitnya satu orang. Hazmiyeh dikenal sebagai kawasan elit yang menghadap Beirut dan berada dekat dengan istana presiden. Wilayah ini juga menjadi lokasi berbagai kantor pemerintahan, misi diplomatik, serta kompleks hunian mewah.

Militer Israel mengatakan serangan tersebut menargetkan anggota Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran, unit yang bertugas menjalankan operasi luar negeri.

Wali Kota Hazmiyeh Jean Asmar mengatakan kepada wartawan di lokasi bahwa serangan tersebut menghantam sebuah kamar di dalam apartemen yang disewa oleh keluarga pengungsi. Ia menambahkan insiden itu membuat pemerintah kota harus mengevaluasi kebijakan penampungan warga yang mengungsi akibat perang agar kejadian serupa tidak terulang.

Israel sebelumnya juga pernah menyerang kawasan tersebut pada 5 Maret lalu, meski targetnya tidak diketahui secara pasti. Beberapa hari kemudian, serangan Israel di pusat Beirut dilaporkan menewaskan lima orang, termasuk tiga komandan Pasukan Quds. Iran menuduh Israel juga menewaskan empat diplomatnya dalam serangan tersebut.

Baca Juga: Turun Serempak! Prediksi Harga Emas Hari Ini Senin, 23 Maret 2026: Antam hingga Perhiasan Melemah, Simak prediksinya

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam pada 22 Maret mengatakan kepada jaringan Al Hadath bahwa Garda Revolusi Iran memang mengelola operasi militer di Lebanon.

Dua anggota Hizbullah yang ditangkap di Lebanon selatan menjadi tambahan terbaru dari daftar warga Lebanon yang kini ditahan Israel sejak konflik terakhir antara kedua pihak. Anggota parlemen Hizbullah Hussein al-Haj Hassan pada Januari lalu mengatakan Israel menahan sekitar 20 warga Lebanon dan menuduh sepuluh di antaranya diculik di wilayah Lebanon setelah gencatan senjata yang mengakhiri konflik sebelumnya pada 2024.

Pada Februari lalu, pasukan Israel juga menangkap seorang anggota Jamaa Islamiya, kelompok yang bersekutu dengan Hamas, di Lebanon selatan.

Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Ella Waweya, mengatakan pada 23 Maret bahwa pertempuran melawan Hizbullah baru saja dimulai.

Israel sebelumnya juga menyerang jembatan yang menghubungkan wilayah selatan Lebanon dengan Lembah Bekaa di bagian timur negara tersebut, sehari setelah jembatan besar di wilayah Tyre juga dihantam.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan dirinya bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan militer untuk menghancurkan seluruh jembatan di atas Sungai Litani yang disebut digunakan untuk aktivitas kelompok bersenjata.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#timur tengah #beirut #Israel #lebanon