KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kunjungan pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda terpantau stabil setelah libur dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah.
Hingga kini, rumah sakit rujukan nasional di Kalimantan Timur tersebut belum mengalami lonjakan pasien yang signifikan.
Humas RSUD AWS Samarinda, dr Arysia Andhina menyampaikan, jumlah kunjungan pasien rawat jalan masih berada dalam batas normal. Sebelum Lebaran, rata-rata kunjungan poli rawat jalan mencapai sekitar 1.100 hingga 1.200 pasien per hari.
“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada lonjakan pasien yang berarti. Setelah cuti bersama usai Lebaran, jumlah pasien yang mengunjungi poli rawat jalan tercatat sekitar 1.029 pasien,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Namun, angka itu disebutnya masih bersifat sementara karena proses rekapitulasi data pada hari tersebut belum sepenuhnya ditutup hingga pukul 12.00 Wita.
RSUD AWS, kata dia, menerima pasien dengan variasi penyakit yang beragam. Karena mayoritas pasien merupakan rujukan kasus tertentu, tidak ada satu jenis penyakit yang mendominasi secara signifikan.
“Tidak ada penyakit tertentu seperti hipertensi atau kolesterol yang mendominasi. Pasien yang datang umumnya merupakan kasus rujukan,” jelasnya.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan WFH 1 Hari per Minggu, Tunggu Restu Presiden Prabowo
Dari sisi pelayanan, manajemen rumah sakit telah menerapkan sistem pendaftaran online. Sejumlah poli juga dijadwalkan melalui website resmi, sehingga alur kunjungan pasien lebih tertata dan mampu mencegah lonjakan antrean.
Selama periode libur Lebaran selama tiga hingga empat hari, layanan poli yang tutup dialihkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menangani kasus kegawatdaruratan.
Kendati demikian, beberapa instalasi tetap beroperasi, seperti layanan radioterapi, mengingat panjangnya antrean pasien yang membutuhkan terapi berkelanjutan.
Baca Juga: Thailand Sudah WFH karena BBM Mahal, Bagaimana Nasib Indonesia?
“Radioterapi tetap buka pada Senin dan Selasa setelah Lebaran agar pelayanan pasien tidak terganggu,” katanya.
Terkait kebijakan kerja aparatur sipil negara, RSUD AWS tidak menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA). Hal tersebut karena rumah sakit merupakan layanan publik yang harus tetap berjalan normal.
“Meskipun beberapa OPD menerapkan WFA hingga akhir bulan, pelayanan di rumah sakit tetap dilakukan secara langsung,” tegasnya.
Untuk pasien BPJS Kesehatan, tidak terdapat peningkatan jumlah secara khusus, termasuk personel pelayanannya. Namun, selama poli rawat jalan tutup, rumah sakit menyediakan alternatif layanan melalui IGD.
Manajemen juga menyiapkan langkah antisipasi guna memastikan layanan tetap berjalan lancar, termasuk menyiagakan petugas serta menyediakan kontak person untuk menangani kendala teknis seperti gangguan air, listrik, maupun fasilitas penunjang lainnya.
"Dan ketersediaan tempat tidur pasien juga masih dalam kondisi normal tanpa adanya penambahan kapasitas," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki