Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

AS Siapkan Invasi Darat? 3.500 Marinir Mendarat, Dilengkapi Kapal Serbu dan Dukungan Udara

Uways Alqadrie • Minggu, 29 Maret 2026 | 15:22 WIB

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

KALTIMPOST, WASHINGTON – Situasi di Timur Tengah makin memanas. Amerika Serikat dilaporkan mulai mengirim ribuan personel Marinir ke kawasan tersebut, memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik darat terbuka dengan Iran.

Pengerahan pasukan ini bukan sekadar rotasi biasa. Unit Ekspedisi Marinir yang diterjunkan membawa perlengkapan tempur lengkap, termasuk kapal serbu amfibi dan dukungan udara. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Washington bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer skala besar, bukan hanya serangan udara.

Sejumlah laporan menyebutkan, sekitar 3.500 Marinir telah tiba lebih dulu sebagai gelombang awal. Mereka disusul kesiapan pasukan lain, termasuk dari Divisi Lintas Udara ke-82 yang siaga untuk dikerahkan kapan saja. Kapal perang amfibi USS Tripoli juga sudah berada di posisi strategis, membawa berbagai aset tempur.

Ketegangan meningkat seiring pernyataan keras dari Teheran. Pemerintah Iran menegaskan siap menghadapi segala bentuk invasi. Bahkan, mereka mengklaim telah menyiapkan strategi perang yang mampu menghadapi kekuatan militer AS, termasuk melalui taktik asimetris.

Wilayah Selat Hormuz kembali menjadi titik panas. Kawasan ini memiliki nilai strategis tinggi karena menjadi jalur utama distribusi energi dunia. Jika konflik terbuka terjadi, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan di kawasan, tetapi juga memicu krisis global.

Di tengah situasi tersebut, dunia internasional kini menanti langkah selanjutnya dari kedua negara. Apakah eskalasi ini akan berujung pada pertempuran darat, atau justru kembali ke meja diplomasi, masih menjadi tanda tanya besar.

Editor : Uways Alqadrie
#benjamin netanyahu #Selat Hormuz Iran #pentagon amerika serikat #presiden donald trump #Israel #invasi darat #donald trump #perang Iran Amerika Serikat