KALTIMPOST.ID,JAKARTA - Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali menjadi sorotan setelah muncul melalui pesan tertulis yang ditujukan kepada rakyat Irak. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan moral dan politik yang diberikan kepada Iran di tengah memanasnya konflik kawasan.
Pesan tersebut juga secara khusus menyinggung peran tokoh ulama Irak, termasuk Ali Sistani, yang dinilai menunjukkan sikap tegas terhadap situasi yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dukungan dari masyarakat Irak disebut menjadi penguat posisi Teheran di tengah tekanan geopolitik yang meningkat.
Kemunculan Mojtaba ini tergolong langka. Sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, ia belum pernah tampil langsung di hadapan publik dan lebih sering berkomunikasi lewat pesan tertulis, termasuk saat perayaan Nowruz.
Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi, terutama setelah muncul laporan bahwa ia sempat terluka dalam serangan udara pada akhir Februari lalu. Media pemerintah Iran menyebutkan saat ini Mojtaba tengah menjalani pemulihan.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku pihaknya masih berupaya menjalin komunikasi dengan tokoh penting di Iran.
Namun, ia menegaskan belum ada kontak langsung dengan pemimpin tertinggi tersebut dan bahkan mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi terkini Mojtaba.
Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin tertinggi Iran ketiga sejak Revolusi Islam Iran 1979, setelah Ruhollah Khomeini dan Ali Khamenei. Ia juga dikenal memiliki kedekatan dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), yang menjadi salah satu pilar kekuatan militer negara tersebut.
Editor : Uways Alqadrie