KALTIMPOST.ID, Rivalitas antara Marc Marquez dan Valentino Rossi ternyata belum benar-benar usai.
Meski Rossi sudah lama gantung helm, bayang-bayang prestasinya kini terancam oleh kebangkitan sang 'Baby Alien' di musim MotoGP 2026 mendatang.
Memasuki kalender balap yang akan dibuka di Thailand pada 27 Februari nanti, Marc Marquez tidak hanya datang sebagai pembalap Ducati Lenovo biasa.
Ia ingin menghapus dominasi nama Valentino Rossi di buku sejarah MotoGP.
Setelah mendominasi musim 2025 dan mengunci gelar juara dunia ke-9, Marquez kini berdiri sejajar dengan Rossi.
Baca Juga: Bukan karena Kalah Cepat, Pecco Bagnaia Tumbang karena Faktor Ini
Namun, musim 2026 adalah pertaruhan segalanya. Jika Marquez kembali naik takhta, ia resmi meraih 10 gelar juara dunia, melampaui koleksi 9 gelar milik Rossi sekaligus mendekati rekor abadi Giacomo Agostini.
Selama ini, Valentino Rossi dikenal sebagai pembalap tertua yang mampu meraih gelar juara dunia secara berturut-turut (back to back) pada usia 29 dan 30 tahun.
Marquez, yang sukses menjadi juara di usia 32 tahun pada musim lalu, berpeluang besar memecahkan rekor itu jika ia mempertahankan mahkotanya di usia 33 tahun pada musim 2026.
Sulit dipercaya bahwa pembalap yang sempat menderita cedera parah pada 2020 ini justru tampil lebih mematikan di usia kepala tiga.
Bila melihat performa Marc Marquez musim lalu, pembalap asal Spanyol tersebut sulit untuk dihentikan.
Karena itu, peluang Marc Marquez untuk kembali jadi juara di musim mendatang terbilang sangat besar.
Meski Marquez berpeluang menyalip jumlah kemenangan seri (butuh 17 kemenangan lagi untuk melampaui 89 kemenangan Rossi di kelas utama), ada satu area di mana 'The Doctor' masih berada di liganya tersendiri.
Hingga saat ini, koleksi podium Rossi mencapai angka 235, sementara Marquez masih tertahan di angka 165.
Selisih 70 podium ini dianggap sebagai hal yang hampir mustahil dikejar oleh siapapun dalam waktu dekat, termasuk oleh Marquez sendiri. ***
Editor : Dwi Puspitarini