KALTIMPOST.ID - Persaingan perebutan gelar dunia Formula 1 2025 memasuki fase yang paling menegangkan. Di penghujung musim, kalender menghadirkan rangkaian triple-header—tiga balapan beruntun—yang kerap menjadi penentu nasib para kandidat juara.
Dan di titik inilah fokus mengerucut pada tiga nama: Lando Norris, Oscar Piastri, dan Max Verstappen. Ketiganya bersiap menghadapi Las Vegas akhir pekan ini, kemudian Qatar, sebelum ditutup di Abu Dhabi. Setiap lap, poin, dan keputusan strategi menjadi penentu hidup-mati peluang gelar.
Di antara tiga pembalap, Norris memegang peluang terbesar. Pembalap McLaren yang akan mencatat start ke-150 itu unggul 24 poin atas Piastri dan 49 poin dari Verstappen. Momentum juga berpihak padanya setelah menjuarai Meksiko dan Brasil secara berurutan.
Baca Juga: Playoff Piala Dunia 2026: Italia di Ujung Tanduk, Pot 4 Mengintai
“Saya benar-benar menikmatinya,” ujar Norris, dikutip dari situs resmi F1. Ia menegaskan tetap menjalani pendekatan race-by-race. “Tentu saja rasanya lebih manis ketika akhirnya naik podium atau memenangi balapan,” tambahnya.
Di luar sirkuit, McLaren ikut menjadi perhatian. Tim tersebut dikritik karena tidak melakukan pembelaan resmi atas penalti 10 detik yang dijatuhkan kepada Piastri di Interlagos, Brasil. Kritik keras datang dari mantan bos Haas, Guenther Steiner, yang menilai sikap McLaren pasif.
“Kenapa kalian tidak ke steward dan mengatakan sesuatu? Bahkan Charles Leclerc bilang, ‘Itu bukan salah Oscar’,” ujar Steiner dalam podcast The Red Flags.
Isu ini semakin memanas setelah komentar mantan bos F1 Bernie Ecclestone, yang menyebut McLaren tampak lebih memihak Norris. “Ada sesuatu yang menahan Piastri. Saya tidak tahu apa itu, tetapi sepertinya mereka lebih memihak pembalap Inggris itu,” katanya kepada Sport.de.
Namun, Norris memastikan hubungannya dengan Piastri tetap harmonis. “Kami sangat berbeda. Oscar sangat tenang, rendah hati, dan santai. Itu salah satu hal yang saya kagumi darinya. Sulit sekali menebak suasana hatinya,” ujarnya.
Sementara itu, peluang Verstappen mempertahankan dominasinya di F1 semakin menipis. Pembalap Red Bull itu bisa dipastikan tersingkir jika kehilangan minimal sembilan poin dari Norris pada balapan Las Vegas.
Karena itu, Verstappen memilih untuk tidak membebani diri. “Tidak ada yang benar-benar berubah. Selisih poinnya besar, jadi saya tidak terlalu memikirkannya,” ujarnya saat konferensi pers. Ia menyadari peluangnya hanya terbuka jika keberuntungan berpihak sepenuhnya.
“Kami membutuhkan banyak keberuntungan untuk membuka peluang. Secara pribadi, saya tidak memikirkan hal itu,” tambah juara dunia empat kali tersebut.
Dengan situasi serapat ini, tiga seri terakhir musim 2025 berpotensi menghadirkan drama besar: akankah Norris mengunci gelar pertama? Piastri membuat kejutan? Atau Verstappen bangkit dari situasi genting? Jawabannya menunggu di Las Vegas. (*)
Editor : Ery Supriyadi