Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

NBA Bikin Kejutan: Real Madrid & Barcelona Berpeluang Masuk Liga Baru Eropa

Nasya Rahaya • Jumat, 21 November 2025 | 09:00 WIB

Pemain Real Madrid merayakan kemenangan atas Partizan Belgrade di Liga Basket Eropa (15/10).
Pemain Real Madrid merayakan kemenangan atas Partizan Belgrade di Liga Basket Eropa (15/10).

KALTIMPOST.ID - Sebuah manuver besar kembali muncul dari markas NBA. Dunia basket Eropa disebut-sebut akan mengalami perubahan paling signifikan dalam dua dekade terakhir, dan rumor itu kini semakin mendekati kenyataan.

Poin menariknya, dua raksasa EuroLeague—Real Madrid dan FC Barcelona—digadang-gadang menjadi pesertatetap dari proyek liga basket Eropa yang ditargetkan bergulir pada 2027. Kabar ini langsung memicu diskusi besar di kalangan penggemar maupun pengamat basket internasional.

Wakil Komisaris Mark Tatum memaparkan gambaran awal konsep liga tersebut dalam konferensi SBJ Dealmakers. Ia menyebut proyek itu mirip Liga Champions untuk bola basket, tempat klub-klub besar Eropa berkompetisi dalam format premium.

Baca Juga: Playoff Piala Dunia 2026: Italia di Ujung Tanduk, Pot 4 Mengintai

“Hampir seperti Liga Champions untuk bola basket di Eropa,” ujar Tatum, dikutip dari Sports Business Journal. “Bayangkan brand seperti Real Madrid, Barcelona, Manchester City, PSG, atau AC Milan bermain basket. Itu ide yang sangat menarik,” lanjutnya.

Menurut laporan The Athletic, liga baru ini kemungkinan berisi 16 klub, dengan mayoritas peserta berstatus permanen. Ada pula rencana menggelar musim play-in pada 2027–2028 sebelum keberangkatan penuh liga pada 2028–2029.

NBA dan FIBA saat ini telah mengidentifikasi setidaknya 12 kota Eropa untuk calon homebase klub permanen, di antaranya Madrid, Barcelona, Milan, London, Paris, Berlin, Munich, Athena, dan Istanbul. Real Madrid dan Barcelona dipandang sebagai pilar utama mengingat besarnya pengaruh global kedua brand tersebut.

“Kompetisi ini bukan hanya akan relevan di Eropa, tetapi juga secara global. Beberapa brand itu punya pengikut luar biasa di seluruh dunia,” kata Tatum.

Baca Juga: Achraf Hakimi Akhiri Penantian Panjang, Pecahkan Rekor 52 Tahun Afrika

Meski ide besar itu terlihat menjanjikan, respons EuroLeague cukup keras. CEO EuroLeague Paulius Motiejunas mengkritik pendekatan NBA yang dianggap terlalu berorientasi komersial dan bisa berdampak buruk bagi ekosistem basket Eropa.

“Kami tidak memerlukan liga baru, dan saya khawatir ini justru merugikan basket Eropa jika tidak ada kolaborasi yang tepat,” tegasnya kepada The Athletic.

Pernyataan tersebut memperlihatkan ketegangan awal antara dua otoritas terbesar basket dunia. Dengan potensi benturan kepentingan, masa depan liga Eropa versi NBA masih harus melewati banyak negosiasi. (*)

 

Editor : Ery Supriyadi
#nba #liga champions #fc barcelona #real madrid #basket