KALTIMPOST.ID – ATP Tour bersiap menerapkan aturan khusus untuk menghadapi cuaca panas ekstrem mulai musim depan. Kebijakan ini memberi ruang perlindungan tambahan bagi pemain saat suhu dan kelembapan mencapai level berbahaya.
Dalam regulasi anyar tersebut, pemain diperbolehkan meminta jeda pertandingan selama 10 menit apabila indikator Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) menyentuh minimal 30,1 derajat Celsius pada salah satu dari dua set awal laga best-of-three.
WBGT sendiri merupakan indikator gabungan yang memperhitungkan suhu udara, tingkat kelembapan, serta faktor lingkungan lainnya. ATP juga membuka opsi penghentian pertandingan jika WBGT melampaui 32,2 derajat Celsius demi keselamatan pemain.
Baca Juga: Terparah Dalam 4 Tahun: Harga Minyak Terjun ke US$50-an, Rusia Paling Terpukul
Langkah ini bukan tanpa preseden. Di sektor putri, WTA telah lebih dulu memberlakukan kebijakan serupa sejak 1992.
Penerapan aturan tersebut dipicu keluhan para pemain saat Shanghai Masters pada Oktober lalu. Juara bertahan Jannik Sinner sempat menghentikan laga akibat kram parah. Sementara Novak Djokovic mengalami muntah saat bertanding dan mengeluhkan beratnya kondisi cuaca.
“Sangat brutal ketika kelembapan berada di atas 80 persen dari hari ke hari, terutama bagi pemain yang bertanding siang hari di bawah terik matahari,” ujar Djokovic, dikutip dari Tennis.com.
Dampak cuaca panas juga terasa di level multievent. Petenis Indonesia Janice Tjen harus menghentikan langkahnya di babak semifinal tunggal putri SEA Games 2025 Thailand, Selasa (16/12). Menghadapi wakil tuan rumah Mananchaya Sawangkaew, Janice memutuskan retired setelah tertinggal 4-6 pada set pertama.
Petenis berusia 23 tahun itu sempat mendapat perawatan medis akibat gangguan pernapasan di tengah suhu Nonthaburi yang mencapai 31 derajat Celsius. Meski demikian, Janice tetap dipastikan menyumbang medali perunggu bagi Indonesia.
Peluang emas masih terbuka di nomor ganda putri. Beberapa jam setelah laga tunggal, Janice yang berpasangan dengan Aldila Sutjadi sukses menyingkirkan wakil Singapura, Eva Marie Cheng Si Desvignes/Sue Yan Tan, 6-1, 4-6, (10-6) di perempatfinal.
Baca Juga: BK Porprov Basket Siap Digeber, Ini Penjelasan Ketua Perbasi Kaltim
Pada semifinal Rabu (17/12), pasangan Janice/Aldila dijadwalkan menantang duet Filipina, Stefi Marithe Aludo/Tennielle Madis, demi tiket ke partai puncak. (*)
Editor : Ery Supriyadi