KALTIMPOST.ID, SUWON – Opposite hitter Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi terancam kehilangan separuh musim reguler V-League 2026/2027 bersama Hyundai Hillstate.
Situasi itu muncul setelah pelatih timnas voli putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun, mengusulkan pembatasan pemain asing di kompetisi kasta tertinggi voli putri Korea Selatan tersebut.
Cha Sang-hyun meminta Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) melarang pemain asing tampil mulai putaran keempat hingga keenam fase reguler V-League.
Jika usulan itu diterapkan, seluruh pemain asing, termasuk Megawati, hanya bisa bermain pada tiga putaran awal kompetisi.
Wacana tersebut langsung memunculkan polemik di Korea Selatan. Selama ini, klub-klub peserta V-League sangat bergantung pada kontribusi pemain asing untuk mendongkrak performa tim.
Namun, Cha Sang-hyun menilai dominasi pemain asing justru berdampak pada menurunnya kualitas pemain lokal Korea Selatan, khususnya di sektor penyerangan.
Dia mengaku kesulitan menemukan hitter lokal dengan kemampuan menyerang yang konsisten untuk kebutuhan tim nasional.
“Tidak ada pemain yang dominan di tim putri. Efektivitas serangan mereka tidak mencapai 10 persen,” ujar Cha Sang-hyun seperti dikutip dari Naver.
V-League menggunakan format enam putaran pada fase reguler. Setiap tim memainkan total 36 pertandingan sebelum memasuki babak playoff.
Apabila pemain asing benar-benar dilarang tampil mulai putaran keempat hingga keenam, maka mereka otomatis akan kehilangan 18 pertandingan atau separuh musim reguler.
Sampai saat ini, KOVO masih belum memberikan keputusan resmi terkait usulan tersebut. (*)
Editor : Ery Supriyadi