KALTIMPOST.ID, CHICAGO – Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Midwest, Amerika Serikat, tidak menyurutkan semangat skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 untuk terus berlatih. Meski listrik padam akibat badai, para student-athlete terbaik Indonesia tetap menjalani sesi latihan bersama pelatih keterampilan basket kelas dunia, Micah Lancaster.
Hujan badai yang menerjang Chicago pada Senin (27/7) menyebabkan aliran listrik di Chicago Hope Academy terputus. Lapangan latihan yang biasanya terang hanya mengandalkan pencahayaan darurat.
Kondisi tersebut tidak mengubah agenda latihan. Selama hampir tiga jam, 24 pemain DBL Indonesia All-Star tetap menyelesaikan seluruh materi latihan dengan intensitas tinggi.
Baca Juga: PLN Gelar Musyawarah Pengadaan Tanah SUTT 150 kV Kuaro–GIS 4 IKN di Sotek
Pelatih DBL Academy yang mendampingi tim di Amerika Serikat, Madya Firman Anugerahadi, mengatakan situasi tersebut justru menjadi ujian mental bagi para pemain.
"Saya mendampingi anak-anak DBL All-Star berlatih dengan Micah Lancaster di Chicago Hope Academy. Tapi, karena di Amerika lagi hujan badai, kondisi lapangan lagi mati lampu. Kami berharap ini tidak mengendurkan semangat anak-anak dalam berlatih," ujarnya.
Di tengah keterbatasan pencahayaan, Micah Lancaster menyesuaikan metode latihan. Fokus diarahkan pada penguatan footwork, keseimbangan tubuh, serta kontrol dribel menggunakan DrillMat.
Melalui latihan tersebut, para pemain diasah untuk menjaga tumpuan kaki, posisi pinggul (hip), hingga kontrol bola agar tetap maksimal.
Tak hanya itu, Micah juga memanfaatkan lampu reaksi berbasis baterai dengan warna merah, hijau, dan biru untuk melatih kemampuan mengambil keputusan secara cepat. Setiap warna menjadi instruksi berbeda, mulai dari drive shot, step-back shot, hingga layup.
Semangat para pemain yang tetap berlatih di tengah pemadaman listrik mendapat apresiasi langsung dari Micah Lancaster. Pelatih yang pernah bekerja sama dengan sejumlah bintang NBA, seperti Kyrie Irving, Dwyane Wade, hingga mendiang Kobe Bryant itu membagikan momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya.
"Badai menghantam. Listrik mati dan banjir. Kami berlatih selama tiga jam dalam kegelapan dan itu sangat luar biasa. Kerja keras tak menunggu lampu menyala," tulis Micah.
Pujian tersebut menjadi bukti bahwa semangat para student-athlete DBL Indonesia All-Star tetap menyala meski berlatih dalam kondisi yang jauh dari ideal. Pengalaman itu sekaligus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter selama mengikuti program DBL Indonesia All-Star 2026 di Amerika Serikat. (*)
Editor : Ery SupriyadiSumber : DBL INdonesia