Ferrari Memburu Kesempurnaan di Monza, Tak Mau Ulangi Kesalahan

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 10:11 WIB
Charles Leclerc menjadi pembalap Ferrari yang pernah menang dalam Grand Prix Italia di Sirkuit Monza dalam 15 tahun terakhir. (CHARLESLECLERC.COM)
Charles Leclerc menjadi pembalap Ferrari yang pernah menang dalam Grand Prix Italia di Sirkuit Monza dalam 15 tahun terakhir. (CHARLESLECLERC.COM)

 

KALTIMPOST.ID, MONZA – Ferrari akan menjalani balapan kandang di Sirkuit Monza pada akhir pekan ini, 4–6 September. Namun, catatan mereka di Grand Prix Italia dalam 15 edisi terakhir belum istimewa.

Tim Kuda Jingkrak hanya dua kali meraih kemenangan. Charles Leclerc menjadi pembalap yang membawa Ferrari finis pertama di Monza pada 2019 dan 2024.

Musim ini pun tidak akan mudah. Ferrari masih tertinggal 87 poin dari Mercedes dalam klasemen konstruktor. Di sisi lain, mereka hanya unggul 17 poin atas McLaren yang mulai bangkit setelah Lando Norris memenangi dua balapan terakhir di Hungaria dan Belanda.

Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini, 4–5 September 2026: Dari Bali United hingga Real Madrid, Tayang Dimana?

Tantangan Ferrari semakin besar karena karakter Sirkuit Monza yang didominasi lintasan lurus. Kondisi tersebut membuat kecepatan serta tenaga mesin menjadi faktor penting.

Masalahnya, power unit (PU) Ferrari masih kalah bertenaga dari Mercedes. Karena itu, Ferrari membawa sejumlah upgrade untuk menghadapi balapan kandang tersebut.

Mereka akan menggunakan spesifikasi keempat untuk internal combustion engine (ICE) dan turbocharger musim ini dengan memanfaatkan alokasi pengembangan ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) 2.

Pembaruan tersebut diperkirakan menambah 15–20 horsepower sekaligus memangkas sekitar separuh selisih tenaga Ferrari dengan Mercedes.

"Ini merupakan langkah ke arah yang benar. Musim ini ditentukan oleh keuntungan-keuntungan kecil. Yang terpenting adalah kami menjalankan semuanya dengan benar sejak Jumat," kata bos Ferrari Frederic Vasseur kepada Motorsport.

Meski membawa upgrade, Ferrari tetap harus memperbaiki sisi strategi. Mereka tidak boleh mengulangi kesalahan yang terjadi di Sirkuit Zandvoort, Belanda, dua pekan lalu.

Baca Juga: 442 Debitur Nunukan dan Kukar Masuk Penghapusan Piutang

Saat itu, Lewis Hamilton dan Leclerc sama-sama mempertanyakan keputusan tim. Hamilton sempat meminta bertukar posisi karena kondisi bannya lebih menguntungkan, tetapi permintaannya ditolak.

Sementara itu, Leclerc kecewa ketika diminta masuk pit pada akhir lap ke-43. Padahal, dia merasa bannya masih mampu bertahan lebih lama.

Keduanya akhirnya gagal naik podium. Hamilton finis di posisi keempat, sedangkan Leclerc berada di urutan kelima.

Vasseur mengakui eksekusi Ferrari masih perlu diperbaiki. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi salah satu fokus utama tim saat menghadapi balapan di Monza.

"Dalam beberapa balapan terakhir, eksekusi kami masih jauh dari yang diharapkan. Itu yang harus menjadi fokus. McLaren menjalankan semuanya dengan sempurna hingga menang di Budapest dan Belanda. Kami harus melakukan hal yang sama," tutur Vasseur dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Sumber : Jawa Pos Koran
Grand Prix Italia Monza charles leclerc formula 1 ferrari