Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga Korban Banjir Minta Pemkot Keruk Sedimentasi dan Tuntaskan Proyek Drainase

Dina Angelina • Selasa, 28 Mei 2024 | 13:29 WIB

 

Photo
Photo
SAMPAI KAPAN?: Banjir jadi langganan bagi Dewantara, warga Jalan Manunggal RT 35 Kelurahan Damai Bahagia saat hujan deras mengguyur kota. Pompa harus dioperasikan agar air tidak lama menggenang di dalam rumah. FOTO: ANGGI PRADITHA/KP

 

SEJUMLAH titik genangan terpantau kembali memenuhi ruas jalan dan perkampungan warga. Seusai hujan mengguyur Kota Minyak Senin (27/5) subuh hingga pagi. Tak sedikit warga tertimpa banjir.

Salah satunya Dewantara, warga Jalan Manunggal RT 35 Kelurahan Damai Bahagia.

Dia menuturkan, hujan sudah turun mulai selepas salat Subuh. Namun, semakin deras pukul 07.00 Wita. Dewan sudah pasrah dan melihat kemungkinan besar akan banjir. “Air masuk ke rumah ketinggian sampai di atas mata kaki,” sebutnya. Sehingga, menuju agak siang, dia mulai menyedot air agar banjir tidak semakin tinggi.

Dewan bercerita, kali pertama menempati rumah sekitar 1992 masih aman. Kini, posisi rumah memang lebih rendah dibanding badan jalan. Akibat beberapa kali proyek peninggian jalan di kawasan tersebut. Jarak antara rumah dan jalan sekitar setengah meter. “Hujan sedikit saya waswas akan banjir,” katanya.

Sehingga, dia dan keluarga selalu waspada setiap kali hujan turun. Terutama, jika hujan berlangsung dini hari. Antisipasinya, dia menyediakan pompa untuk menyedot air yang masuk ke rumah. “Kalau tidak dipompa, air akan semakin tinggi karena pasti mengalir ke titik lebih rendah,” ucapnya.

Dia dan warga sekitar berharap, ada bantuan pengerukan sedimentasi terus-menerus di kawasan tersebut. “Semoga pemerintah mendengar dan memerhatikan kondisi kami,” tuturnya. Dewan menambahkan, perbaikan drainase DAS Ampal sesungguhnya sudah cukup membantu.

Namun, mungkin perbaikan belum sepenuhnya rampung. Khususnya, perbaikan saluran sekunder Inhutani depan Pegadaian sampai Auto2000 MT Haryono. “Kalau kami lihat masih ada patahan di CIMB, Depot Banyuwangi, dan kantor Bawaslu,” imbuhnya. Maka dia berharap, proyek penanganan ini bisa berlanjut.

Selain genangan, Kaltim Post memantau kejadian satu pohon tumbang di depan Indomaret Balikpapan Baru. Akibat insiden ini, satu mobil berwarna putih rusak di bagian depan. Terutama area bumper mobil. Petugas BPBD dibantu TNI dan Polri langsung turun menangani.

Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali menuturkan, pihaknya melakukan patroli dan berkoordinasi dengan relawan. “Kami pantau ada genangan di simpang Lapangan Foni. Kemudian di Sepinggan dekat BLK, tepatnya di Perumahan Sosial. Serta di Jalan Pattimura Batu Ampar,” sebutnya.

“Beberapa titik genangan di Jalan MT Haryono secara jalur bisa dilewati kendaraan. Tapi, kami antisipasi tumpahan air biasa dari Beller,” ujarnya. BPBD juga memantau kawasan Grand City yang pekan lalu sempat tergenang. Namun, pantauan masih aman karena curah hujan juga tidak begitu tinggi di sana.

“Laporan sementara paling parah genangan di Perumahan Sosial dengan kedalaman sekitar 30-50 sentimeter. Beberapa rumah warga sudah masuk air,” tuturnya. Tetapi, belum ada perlu evakuasi dan lainnya. Dia berharap, OPD terkait bisa ikut membantu sesuai tupoksi masing-masing.

Misalnya, Bidang SDA dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum terkait penanganan banjir. Sementara, BPBD sesuai tupoksi yakni penyelamatan dan pertolongan. “Personel kami stand by jika dibutuhkan masyarakat akan turun. Seperti ini semua personel tetap berjaga di titik genangan yang sudah jadi langganan,” tandasnya.

Sebagai informasi, Pemkot Balikpapan setiap tahun menargetkan pengurangan titik banjir melalui proyek-proyek perbaikan drainase. Salah satunya, proyek perbaikan DAS Ampal yang memakan anggaran Rp 136 miliar. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum, sebelumnya ada 76 titik banjir pada 2021.

Kemudian, tersisa 59 titik banjir pada 2022. Terakhir, tinggal 50 titik banjir pada 2023. Pengendalian banjir merupakan satu dari sembilan program prioritas RPJMD Balikpapan 2021-2026. Selain perbaikan DAS Ampal, ada beberapa proyek terkait yang dikerjakan pada tahun lalu.

Seperti pembangunan saluran primer Perintis dan gorong-gorong Balikpapan Baru depan Living Plaza. Selanjutnya, pembangunan saluran tersier Ampar Lestari II, saluran drainase Jalan Ruhui Rahayu, saluran drainase RT 34 Karang Joang, hingga saluran tersier Malioboro.

Proyek-proyek ini seperti berlomba dengan banjir. Sementara, warga seperti Dewantara berlomba dengan waktu, kapan banjir ini bisa dituntaskan? (ms/k15)

 

DINA ANGELINA

dinaangelina6@gmail.com

 

Editor : Ismet Rifani
#banjir #proyek drainase #DAS Ampal