BALIKPAPAN–Proses mempercantik Kota Minyak berlangsung secara bertahap. Baik melalui penataan koridor jalan dan pembangunan tugu beberapa sudah terealisasi. Kini proyek pembangunan tugu kembali berlanjut. Tepatnya landmark Balikpapan yang berlokasi di simpang BSCC Dome.
Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Muhammad Farid Rizal mengatakan, pihaknya sudah melakukan beautifikasi dalam beberapa tahun terakhir. Seperti renovasi menara jam yang berlokasi di simpang Jalan Wiluyo Puspoyudo. Lalu penataan koridor jalan di kawasan Jenderal Sudirman.
Khususnya di sekitar area Gedung Parkir Klandasan. Saat ini, pihaknya akan melanjutkan proyek penataan koridor jalan. “Mulai depan PLN sampai TK Bhayangkari. Kemudian kawasan kuliner Ruhui Rahayu,” ujarnya. Serta tahun ini, DPPR melakukan pembangunan landmark di simpang BSCC Dome.
Farid menjelaskan, konsep landmark Balikpapan ini sudah sesuai dengan pemenang hasil sayembara 2020 lalu. Namun karena keterbatasan, pihaknya baru kini mulai melaksanakan pembangunan landmark. “Sekarang sudah dilakukan pengadaan barang dan jasa (PBJ), tinggal penetapan pemenang lelang,” tuturnya.
Jika sudah ada penetapan kontraktor, mereka akan langsung bekerja. “Kemungkinan kita alokasi waktu butuh sekitar 3–4 bulan,” katanya. Farid optimistis, proyek rampung sesuai perencanaan pada tahun ini. Pembangunan landmark sejalan dengan program prioritas wali kota pada tahun anggaran 2024 untuk menciptakan keindahan kota.
Berdasarkan keterangan dalam LPSE, tender berjudul Belanja Modal Pembangunan Hasil Sayembara Landmark Kota Balikpapan per 2 April. Saat ini berstatus masa sanggah dengan peserta tender 38 perusahaan. Anggaran yang digunakan untuk pembangunan landmark berasal dari APBD Balikpapan 2024.
Ada pun nilai HPS paket sebesar Rp 3 miliar. Lokasi pekerjaan di jalan simpang Syarifuddin Yoes–Ruhui Rahayu. Waktu pelaksanaan 180 hari kalender atau enam bulan dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender. Sebagai informasi, pemenang sayembara landmark simpang BSCC Dome dari Raya 16.
Mereka menawarkan tugu dengan konsep Madinatul Iman. Sebagai cerminan masyarakat Balikpapan yang didasari dengan visi Balikpapan, kota lima dimensi atau aspek. Sehingga landmark ini memiliki lima aspek. Di antaranya mewakili aspek jasa, industri, perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan budaya.
Kemudian landmark sebagai presentasi semboyan Ruhui Rahayu yang memiliki arti kehidupan harmonis, damai, sejahtera, adil, makmur, aman, dan tenteram. Landmark terdiri dari lima bagian. Di antaranya tugu, plaza, atau monumen, water feature, amphitheater, dan badan air.
Landmark terdiri dari dua bagian yang terpisah. Ada pun bagian tugu, plaza, dan water feature berada di sisi simpang dari arah Jalan Ruhui Rahayu. Sementara bagian amphitheater dan badan air berada di sisi simpang antara Jalan Manuntung dan Jalan Ruhui Rahayu. (ms/k8)
DINA ANGELINA
dinaangelina6@gmail.com
Editor : Ismet Rifani