KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Memasuki tahun ajaran 2024/2025, proyek pembangunan sekolah terpadu di Balikpapan Selatan masih berlangsung. Siswa menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di tengah aktivitas pekerja proyek yang menyelesaikan tahap akhir pembangunan.
Plt Kepala SMP 26 Balikpapan, Sulfi Ardiansyah, menjelaskan bahwa saat ini pembangunan sekolah memasuki tahap finishing, terutama pada area paving dan jalan penghubung menuju kantin dan aula yang belum operasional.
"Kantin belum beroperasi, tapi kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa," ujarnya.
Sulfi mengimbau siswa untuk menggunakan masker guna menjaga kesehatan dari paparan debu proyek.
"Ini untuk menjaga kesehatan siswa, meskipun kegiatan belajar tetap berlangsung normal," tambahnya.
Saat ini, fasilitas di sekolah sudah aman dan memadai sehingga tidak ada hambatan untuk memulai proses belajar mengajar.
"Ada tujuh guru yang diperbantukan di SMP 26 Balikpapan, mereka berasal dari berbagai sekolah seperti SMP 14, SMP 18, dan SMP 22," jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, menyatakan bahwa sekolah terpadu masih menyelesaikan beberapa pekerjaan lanjutan, terutama pada bagian halaman. "Paving di halaman belum selesai, sehingga upacara dilaksanakan di halaman depan dekat gerbang," tuturnya.
Irfan juga mengimbau siswa untuk tetap menggunakan masker selama pekerjaan masih berlangsung. Soal tenaga pengajar, saat ini sekolah mengandalkan guru-guru yang diperbantukan sembari menunggu pengangkatan definitif.
Sebagai informasi, kontrak dengan PT Sarjis Agung Indrajaya selaku kontraktor sekolah terpadu resmi berakhir pada 31 Januari, dengan pekerjaan yang hanya selesai hingga 93 persen. Kontraktor tersebut dikenakan blacklist dan kontraknya diputus.
Pemkot Balikpapan telah menetapkan kontraktor baru untuk melanjutkan sisa pekerjaan. "Yang belum rampung hanya bagian pendukung saja. Struktur pembangunan sudah lengkap dan bisa dipakai tanpa masalah," jelas Irfan.
Sekolah terpadu di Balikpapan Selatan dibangun dengan anggaran skema tahun jamak atau multiyears dari APBD Balikpapan sebesar Rp 32 miliar. Proyek ini telah berjalan sejak 24 November 2022.
Editor : Thomas Dwi Priyandoko