Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Rumah Singgah Anak-anak Penderita Kanker di Balikpapan: Tempat Berbagi Cinta dan Harapan

Dina Angelina • Selasa, 23 Juli 2024 | 21:23 WIB
MENGHIBUR: Belasan anak yang berada di Rumah Singgah Kanker Anak Balikpapan menyaksikan penampilan magic show. Ini salah satu bantuan dari donatur dalam rangka peringatan hari anak nasional. (Dina/KP)
MENGHIBUR: Belasan anak yang berada di Rumah Singgah Kanker Anak Balikpapan menyaksikan penampilan magic show. Ini salah satu bantuan dari donatur dalam rangka peringatan hari anak nasional. (Dina/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Rumah dengan bangunan sederhana yang terletak di Jalan Indrakilla atau Straat II ini telah dijadikan tempat tinggal sementara bagi belasan anak yang harus berjuang melawan kanker sejak usia dini.

Anak-anak penderita kanker tersebut tengah menjalani pengobatan di RS Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), dengan sebagian besar berasal dari luar daerah. Mereka setidaknya membutuhkan waktu dua tahun untuk berobat.

Oleh karena itu, keberadaan rumah singgah sangatlah membantu, memberikan mereka tempat istirahat selama proses pengobatan yang berat.

Sulastri, pendiri Rumah Singgah Kanker Anak Balikpapan, menjelaskan bahwa rumah singgah pertama kali didirikan di Samarinda pada tahun 2018 sebelum akhirnya pindah ke Kota Balikpapan setahun kemudian.

"Seluruh pasien kanker anak umumnya dirujuk ke Balikpapan karena di sini terdapat dokter spesialis hematologi dan onkologi di RSKD," ujarnya.

Menurut Astri Pink, panggilan akrabnya, proses pengobatan kanker anak memerlukan waktu yang cukup lama, menyebabkan mereka dan keluarga sering bolak-balik antara rumah dan kota asal.

"Ada yang berusia dari bayi hingga 17 tahun dengan mayoritas kasus leukimia, berasal dari wilayah Kaltim dan sekitarnya seperti Bulungan, Nunukan, Tenggarong, Samarinda, sampai Toraja," jelasnya.

Di rumah singgah ini, sekitar 15-20 anak dapat tinggal secara gratis selama masa pengobatan mereka. Mereka disediakan fasilitas kamar untuk tidur bersama orangtua, serta makanan dan pengobatan standar. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk belajar dengan bantuan relawan guru.

Astri mengungkapkan bahwa Rumah Singgah Kanker Anak mengandalkan dukungan dari donatur untuk biaya operasionalnya, termasuk biaya sewa tempat yang masih berstatus kontrak.

"Dengan dukungan ini, kami berharap rumah singgah dapat terus memberikan manfaat bagi anak-anak penderita kanker," tambahnya.

Rumah singgah ini awalnya didirikan di Kota Tepian untuk pasien dewasa pada sekitar tahun 2017, tetapi kemudian berubah fokus ke anak-anak karena penanganan yang berbeda dibutuhkan untuk kedua kelompok tersebut.

Pencarian lokasi yang sesuai untuk rumah singgah tidak selalu mudah, terutama saat pandemi Covid-19 mulai mewabah. Namun, tim berhasil menemukan tempat sewa yang layak di Jalan Indrakilla, tempat yang sekarang diharapkan dapat menjadi rumah sementara yang nyaman bagi anak-anak penderita kanker dan keluarga mereka selama berada di Balikpapan.

Saat ini, ada sembilan orang yang terlibat dalam pengelolaan rumah singgah kanker ini di Balikpapan dan Samarinda, dan mereka terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan, termasuk memastikan kelancaran transportasi bagi pasien yang membutuhkan kontrol rutin ke rumah sakit.

Ditutup dengan harapan Astri bahwa rumah singgah ini dapat terus memberikan dampak positif bagi anak-anak penderita kanker dalam perjuangan mereka melawan penyakit yang mematikan ini.(*)

 
 
 
 
 
Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#rumah singgah kanker #balikpapan