KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Usai lima hari tak mendapat aliran air imbas kebocoran pipa distribusi di KM 5,5, sedikit demi sedikit, aliran air ke pelanggan sudah kembali lancar.
Seperti diketahui, warga mulai mengalami gangguan distribusi air sejak Jumat (9/8).
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Yudhi Saharuddin mengatakan, identifikasi pipa bocor terlihat saat air mengalir di rumah warga. Pihaknya mengamati dan mencari titik kebocoran mulai Sabtu (10/8).
Lalu membuat mitigasi risiko agar tidak terjadi longsor dan persiapan perbaikan pada Minggu (11/8). Perbaikan sudah mulai jalan Senin (12/8) pagi dengan bantuan alat berat untuk menggali tanah.
Titik kebocoran ditemukan berada di bawah jembatan. Yudhi menuturkan, petugas sempat mengalami tantangan karena pipa panjang. “Kondisi pipa dalam kondisi patah karena tanah bergeser,” ucapnya.
Selanjutnya selama satu hari penuh melakukan pengelasan pipa, Selasa (13/8). Hingga akhirnya perbaikan pipa sudah selesai malam hari. Saat awal distribusi aliran air secara perlahan.
"Jangan ada tekanan air terlalu kuat agar tidak terjadi kebocoran di titik baru," imbuhnya. PTMB tidak bisa mengeluarkan langsung deras atau bertekanan tinggi. Namun meningkat perlahan.
Baca Juga: Sumur Dalam Bakal Diaktifkan Lagi untuk Sumber Air Baku, PTMB Optimalkan Produksi IPA Kampung Baru
Ini bagian dari stabilitas tekanan air. Jika pipa kosong dan diisi aliran penuh menghasilkan tekanan tinggi sekali. "Jadi harus pelan-pelan dibuka aliran air sampai tidak ada udara di dalam pipa," sebutnya.
Termasuk pengosongan pipa, wash out untuk mengecek jika terdapat sedimentasi di dalam pipa. "Proses ini sebentar saja tidak terlalu lama. Ini sudah mulai mengalir lagi dari semalam," tuturnya.
Walau kemungkinan memang butuh waktu untuk warga yang bermukim di wilayah perbukitan atau terjauh. Sebab mereka harus menunggu dulu sampai aliran air di kawasan bawah sudah penuh.
Baca Juga: Perbaikan Pipa Bocor di Km 5,5 Rampung, Aliran Kembali Normal Bertahap
Dia mengakui, ada banyak warga terdampak karena pipa diameter 600mm memiliki jangakuan pelayanan luas dari IPA KM 8. "Karena kapasitas besar sampai ada 500 liter per detik'" sebutnya.
Ada pelanggan yang berada di Balikpapan Utara, Balikpapan Barat, hingga Balikpapan Kota. "Insyaallah sudah normal dan perlahan sudah mengalir. Terutama ke ujung daerah paling tinggi atau jauh," tandasnya. (*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko