KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Setelah penantian panjang mendapat suplai air bersih. Kini warga Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU), Kecamatan Balikpapan Tengah, bisa menikmati air bersih dari sumur bor dalam. Ini merupakan hasil pilot project dari program Kota Kita Disperkim.
Salah satu warga RT 35 Kelurahan GSU Wawan menuturkan, selama ini warga sekitar susah mendapatkan air bersih. Meski rumahnya sudah tersambung pipa PDAM. Kenyataannya air tetap sulit mengalir.
Mengingat lokasi permukiman berada di perbukitan. Maka keberadaan sumur bor dalam ini menjadi harapan baru bisa mendapat air dengan mudah. Warga sangat terbantu dengan fasilitas tersebut.
“Tinggal buka keran sekarang sudah mengalir,” ujarnya. Wawan bercerita telah menjadi bermukim di sana sejak 2000 silam. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan air dengan membeli air dari layanan penjualan tangki PDAM.
“Sebulan harus beli air sampai 3 tangki untuk kebutuhan satu rumah. Biaya sekitar Rp 50 ribu per tangki,” imbuhnya. Dia berharap, adanya air ini bisa membantu masyarakat tak lagi kesulitan akses air bersih.
Baca Juga: Pilot Project Kota Kita Berhasil Terwujud, Warga Gunung Sari Ulu Nikmati Air Bersih
Sementara itu, Staf Ahli Setdakot Balikpapan Neny Dwi Winahyu turut hadir mewakili wali kota Balikpapan. Dia menuturkan, program Kota Kita membuat masyarakat bisa menjadi subjek utama. Bukan hanya objek semata.
“Mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi pelaku utama perubahan,” katanya. Sebab masyarakat terlibat langsung dalam pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas sumur bor dalam tersebut.
Dia berharap, Kota Kita selanjutnya bisa membantu penyediaan air bersih di berbagai kelurahan yang masih kesulitan akses air. Apalagi dari program ini, salah satu manfaat mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan sekitar.
“Ini wujud nyata prinsip pembangunan berkelanjutan. Tidak hanya fokus pembangunan fisik, tapi menyentuh pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat,” ucapnya. Kolaborasi lintas sektor mampu membantu masyarakat mendapat hidup yang layak.
Neny meyakini dengan semangat kolaborasi lintas sektor nantinya bisa membawa perubahan bagi Balikpapan. “Kota Kita merupakan contoh kolaborasi lintas sektor dalam menata kota,” tutupnya. (*)
Editor : Thomas Priyandoko