KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan akan kembali mengoptimalkan mesin parkir nontunai.
Rencananya dengan menggencarkan sosialisasi lagi kepada masyarakat, hingga mencari metode yang memudahkan untuk pembayaran parkir nontunai.
Kepala Dishub Balikpapan Adwar Skenda Putra mengatakan, mesin parkir nontunai selama ini sudah tersedia di Gedung Parkir Klandasan, serta beberapa unit yang tersebar di ruas Jalan Ahmad Yani.
Dia mengakui, saat ini keberadaan mesin parkir nontunai belum bermanfaat maksimal dalam meraup pendapatan asli daerah (PAD). Masalah utamanya karena masyarakat belum terbiasa.
Pemkot Balikpapan berupaya untuk mengubah kebiasaan masyarakat. Misalnya dengan menggratiskan tarif parkir di Gedung Parkir Klandasan. Tujuannya mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Kita dorong kebiasaan masyarakat parkir pada tempatnya dulu,” katanya. Ini sesuai arahan dari wali kota Balikpapan yang berlaku mulai Juli. Sekaligus mendorong masyarakat tertib dalam berkegiatan di Taman Bekapai.
Baca Juga: Gudang Perabotan Pecah Belah di Balikpapan Terbakar, Petugas Kesulitan Padamkan Api
Sementara untuk mesin parkir nontunai di ruas Jalan Ahmad Yani. Edo menyadari ini karena pola kebiasaan warga Kota Balikpapan belum berubah. Salah satu cara yang bisa dilakukan dengan sosialisasi lebih massif lagi.
Terlihat dari capaian PAD dalam penerapan parkir nontunai belum maksimal. Target PAD dari parkir nontunai sebesar Rp 50 juta pada tahun. “Sekarang belum tercapai sampai 20 persen dari target,” sebutnya.
Menurutnya karena pola kebiasaan masyarakat belum terbiasa menggunakan mesin parkir nontunai. Dishub masih melakukan evaluasi terus menerus terkait cara mengubah kebiasaan masyarakat.
“Mungkin kita butuh metode baru untuk pembayaran nontunai. Sehingga masyarakat terdorong dan sadar menggunakan parkir nontunai,” tuturnya. Apalagi sempat ada beberapa unit mesin parkir nontunai mengalami kerusakan.
Baca Juga: Capai 5 Juta Jam Kerja Aman, KPB Apresiasi Kontraktor dan Sub-Kontraktor Proyek RDMP Lawe-Lawe
Pihaknya akan memperbaiki dan menaruh mesin di titik-titik yang potensial. “Ini harus sosialisasi agar masyarakat sadar parkir pada tempat yang benar. Kemudian bayar sesuai tarifnya, dan lainnya,” bebernya.
Edo menambahkan, Dishub hanya memanfaatkan parkir di bahu jalan sebagai sumber PAD. Tentu dengan menggandeng jukir binaan untuk meraup pendapatan dari sektor parkir.
“Paling besar pemasukan dari parkir langganan. Semenjak ada parkir gratis di Gedung Parkir, maka sementara target PAD turun drastis dari parkir langganan,” tutupnya. Ada pun parkir gratis ini mendapat evaluasi pada akhir tahun. (gel)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko