KALTIMPOST.ID, Paus berukuran besar jenis sperma terdampar di perairan dangkal Pantai Teritip Balikpapan mengalami luka di bagian tubuhnya.
Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie melalui Ahli Muda Pengelola Ekosistem Pesisir dan Laut BPSPL Pontianak, Wilayah Kerja Balikpapan, Hetty P Effendi, mengatakan, tubuh paus yang terdampar beberapa lama mengalami luka lecet.
“Jadi, paus diduga mengalami diorientasi. Selain itu, paus yang sedang kami tangani ini kemungkinan sakit karena kami menemukan ada beberapa luka,” ungkapnya kepada Kaltim Post, Kamis (26/9).
Dia menyebutkan, ada beberapa luka di tubuh paus yang terdampar di Balikpapan. Yaitu, di bagian sirip, punggung, sirip dada, dan pangkal sirip ekor.
Dikatakannya, luka seperti goresan di tubuh paus bisa karena paus kelamaan terpapar sinar matahari. Sebab, sudah empat hari hewan mamalia ini berada di kawasan perairan Balikpapan.
Sementara itu, Pengawas Perikanan atau Waskan, Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Balikpapan, Hery Saputro, menambahkan, tubuh paus memang mengalami luka karena posisi paus berada di perairan dangkal.
“Sebenarnya sih, kalo luka itu karena tubuh paus sangat besar kemudian terkena panas. Jadi lukanya, ada terkelupas juga,” ucapnya.
Namun, saat melihat secara langsung ketika proses penyelamatan paus ke perairan dalam.
“Kami tidak melihat ada luka parah di tubuh paus,” tuturnya.
Jadi lukanya itu, hanya terkelupas kulitnya, sehingga terlihat seperti goresan dan lecet. Sebab, tubuhnya tidak terkena air laut.
Hery mengatakan, tubuhnya berukuran sangat besar sekitar 15 meter dan diperkirakan beratnya 40 ton. Jadi, biasanya paus semacam ini berada di laut dalam.
“Saat terdampar, paus tidak bisa nyelam sama sekali, sehingga badanya terkena sinar matahari dan ini yang membuat badannya terkelupas,” ujar Hery.
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Hernawati