KALTIMPOST.ID, Pemerintah pusat bersiap memulai program makanan bergizi mulai 2 Januari 2025.
Hal ini juga sudah disampaikan kembali oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sidang perdana kabinet, Rabu (23/10).
Menanggapi rencana ini, pemerintah daerah juga harus bersiap mengalokasikan dana untuk program masih menunggu arahan dan regulasi resmi.
Persiapan ini disampaikan oleh Sekda Pemprov Kaltim Sri Wahyuni kepada para pjs bupati/wali kota.
“Kita memang ada kewajiban mengalokasikan pendanaan program ini. Sekda provinsi sudah sampaikan gambaran informasi pendanaan makanan bergizi,” kata Pjs Wali Kota Balikpapan Ahmad Muzakkir.
Baca Juga: Lee Hsien Yang Akhirnya Mengungsi ke Inggris, Gara-Gara Rumah Warisan Lee Kuan Yew
Namun sejauh ini hanya dibahas opsi-opsi sumber dana yang memungkinkan program makanan bergizi.
Misalnya anggaran makanan bergizi diambil 3 persen dari pendapatan asli daerah (PAD).
Opsi lainnya bisa menggunakan dana sektor pendidikan wajib 20 persen dari APBD kota.
“Kami harus persiapkan menjadi bagian dari belanja 2025. Pemerintah kota pasti akan melakukan justifikasi, perhitungan, dan belanjanya bagaimana,” tuturnya.
Semua pembahasan ini masih opsi-opsi saja. Pemerintah daerah masih menunggu pusat. Entah dalam bentuk surat keputusan menteri atau presiden terkait teknis pelaksanaan program makanan bergizi.
“Karena kami bekerja harus sesuai dasar aturan,” ucapnya. Mengingat saat ini pihaknya belum menerima ketentuan, artinya semua yang dibahas masih bersifat saran. Sebagai bentuk mitigasi atau antisipasi.
Baca Juga: Prabowo Subianto Ancam Pecat Pejabat yang Tak Beri Pelayanan Terbaik ke Masyarakat
Sehingga, ketika nanti keputusan sudah terbit dan harus berjalan, Pemkot Balikpapan sudah punya opsi-opsi pos anggaran.
Sementara ini, pihaknya sudah melakukan pemetaan dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).
Mereka akan memikirkan bagaimana pos anggaran yang memungkinkan untuk menjadi sumber pendanaan.
“Kami mencari cara bagaimana menyiasati kebijakan yang akan terbit nanti,” tutupnya. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini