KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN—Situasi Dusun Muara Kate, Kabupaten Paser, terus dalam pantauan.
Setelah tragedi berdarah yang membuat seorang warga bernama Rusel (60) kehilangan nyawa, serta Ansouka (55) hingga kini masih menjalani perawatan. Warga juga berjaga di Posko Tolak Jalur Hauling.
Tokoh perempuan Dayak Kalimantan Mei Christy mengatakan, keadaan saat ini terpantau kondusif da warga terus berjaga hingga malam.
Saat ini yang dibutuhkan penanganan trauma healing pascakejadian. Seperti trauma healing center. Warga bercerita mereka trauma atas kejadian yang berlangsung Jumat (15/11) dini hari menjelang Subuh itu.
“Karena tidak menutup kemungkinan kejadian itu membuat warga khususnya anak-anak dan perempuan menjadi cemas dan ketakutan,” katanya kepada Kaltim Post, Rabu (20/11).
Mei bercerita, SD yang berjarak sekitar 600 meter dari tempat kejadian perkara (TKP) sempat diliburkan. Tepatnya saat kejadian yang menewaskan Rusel. Kedua warga diserang orang tak dikenal di posko penjagaan.
Dia berharap ada perhatian dari pihak terkait seperti Pemkab Paser atau kepolisian. “Khususnya bersimpati untuk mendirikan trauma healing center bagi warga setempat,” ungkapnya.
Namun, jika tidak ada atensi, Mei berencana mengumpulkan rekan-rekan relawan yang ingin berpartisipasi dalam penanganan trauma. Terutama warga setempat khususnya anak-anak.
“Semoga saja ada respons dari pihak-pihak terkait soal kebutuhan healing center. Saya sambil koordinasi untuk mencari relawan yang bisa bergabung,” tuturnya. Hal ini penting agar warga bisa kembali hidup aman dan tidak terganggu trauma.
Editor : Dwi Restu A