Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

SMP 21 Bangun Jiwa Kewirausahaan Siswa dari P5, Launching Produk UMKM

Dina Angelina • Kamis, 21 November 2024 | 11:21 WIB
JIWA WIRAUSAHA: Plt Kabid Pendidikan SMP Disdikbud Balikpapan Supriyani (berdiri, kelima kiri) saat meluncurkan produk UMKM milik Spandusa.
JIWA WIRAUSAHA: Plt Kabid Pendidikan SMP Disdikbud Balikpapan Supriyani (berdiri, kelima kiri) saat meluncurkan produk UMKM milik Spandusa.

 

BALIKPAPAN–Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) tertuang dalam Kurikulum Merdeka. Salah satunya memuat bidang kewirausahaan. Tujuannya memancing kreativitas dan siswa belajar soal wirausaha.

SMP 21 Balikpapan menggelar Spandusa Festival Volume 3 sebagai wujud kegiatan P5. Kegiatan P5 dibuka Plt Kabid Pendidikan SMP Disdikbud Supriyani, Rabu (20/11). Siswa berkolaborasi bersama orangtua untuk membuka stand. Ada pula pentas seni, ajang siswa unjuk gigi penampilan di publik.

Tahun ini kegiatan P5 menjadi spesial, Spandusa meluncurkan produk UMKM. Di antaranya Cimi-Cimi Spandusa, Keripik Pisang Spandusa, dan Keripik Sukun Spandusa.

Kepala SMP 21 Balikpapan Marsudi mengatakan, ketiga produk UMKM milik sekolah itu sebenarnya sudah terbentuk sejak 2018. Namun, sempat terhenti karena proses pemindahan gedung sekolah hingga badai pandemi Covid-19.

Akhirnya produk UMKM mulai kembali produksi lagi tahun ini. Dalam gelaran festival sekolah, pihaknya sekaligus meluncurkan produk tersebut.

 “Siswa belajar dan melihat langsung bagaimana proses pembuatan produk UMKM ini,” katanya.

Misalnya belajar produksi, kemasan, sampai pemasaran produk. Terutama siswa tingkat kelas VII dan kelas VIII. Bahkan mereka juga terlibat dalam desain logo produk. Secara teknis, produk UMKM itu berada di bawah koperasi sekolah.

“Tetap ada guru-guru yang produksi sekaligus quality control agar sesuai standar operasional prosedur,” tuturnya. Produk olahan pangan itu sudah mengantongi nomor pangan industri rumah tangga (PIRT) untuk setiap jenis produk.

Artinya sudah terpantau Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan sebagai penerbit legalitas PIRT. “Selama ini pemasaran ke masyarakat dan perusahaan sekitar. Kemudian setiap ada event sekolah,” tuturnya.

Rencananya Disporapar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menggelar bazar. Nantinya produk Spandusa akan terpajang selama event. Marsudi bersyukur kegiatan P5 tahun ini disambut baik antusias pengunjung.

Baik masyarakat dan karyawan perusahaan sekitar. Pendukung acara juga semakin banyak, di antaranya PLN Nusantara Power, Interport, Willys Cahaya Karunia, Apical, dan BCL.

Seperti diketahui, SMP 21 berada di sekitar kawasan industri yang berlokasi di Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat. Pihaknya menargetkan, jumlah siswa bisa meningkat pada tahun ajaran baru mendatang.

Hal ini terus menjadi tantangan karena terbatas pada lokasi sekolah. Harapannya semakin banyak yang berminat sekolah di SMP 21. Melihat fasilitas yang lengkap dan baik. “Saat ini total siswa SMP 21 sebanyak 80an siswa,” katanya.

Sementara itu, Produk UMKM SMP 21 merupakan binaan dari PLN Nusantara Power. Asisten Manager Business Support PLN Nusantara Power Ardhan Pujiarto mengatakan, pihaknya memiliki tanggung jawab moral agar bermanfaat bagi daerah sekitar.

Terutama dalam konteks pendidikan, pihaknya siap mendukung SMP 21 memproduksi olahan pangan UMKM. Caranya memberi bantuan perlengkapan dan pendanaan. Dia juga menunggu inventarisasi sekolah.

“Apa saja bantuan yang dibutuhkan untuk sekolah, kami sangat mendukung,” imbuhnya. Dia berharap tercipta sirkuler ekonomi, UMKM sekolah bisa mulai berjalan komersial secara serius.

Menurutnya itu bisa mengembangkan jiwa wirausaha baik siswa dan guru. Selain itu, sekolah bisa mendapat tambahan dana dari kegiatan tersebut.

“Itu kan sudah terbangun sistem, tinggal dipasarkan luas,” tutupnya.

Editor : Dwi Restu A
#P5 #wirausaha #balikpapan #disdikbud balikpapan