KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Perhatian utama Pemkot Balikpapan tahun ini masih tidak terlepas dari pemberantasan kasus tengkes atau stunting. Contoh pada Oktober 2024, angka stunting masih 14,68 persen di Kota Beriman.
Pemerintah harus berupaya lebih keras untuk bisa menekan kasus tersebut. Program penanganan stunting tersebar di enam OPD dan 14 program. Salah satunya pemberian makan tambahan (PMT) kepada 7.051 balita dan 5.530 ibu hamil pada tahun lalu.
Kini, DP3AKB Balikpapan berencana memulai program orangtua asuh pada 2025. Apalagi sudah terdapat data by name dan by address siapa saja anak yang sudah berstatus tengkes di Kota Minyak.
“Kami akan turun ke lapangan, ada orangtua asuh untuk mendampingi anak stunting,” kata Kepala DP3AKB Balikpapan Heria Prisni. Program orangtua asuh dilakukan perdana tahun ini. Sebelumnya tidak pernah ada.
Pihaknya masih mencari formula dan meminta arahan sekretaris daerah soal program orangtua asuh. Misalnya apa bisa melibatkan seluruh OPD untuk ikut andil bergerak sebagai orangtua asuh.
“Saat ini ada sekitar 30 anak yang memang dinyatakan berstatus stunting. Mereka perlu pendampingan dan mengikuti arahan dokter,” ujarnya. Dalam mengawal rekomendasi dokter ini butuh peran orangtua asuh.
Semua yang menjadi rekomendasi tim pakar harus diterapkan agar anak lepas dari status stunting. Biasanya orangtua lengah, maka nanti orangtua asuh ini yg berperan mengawasi agar taat pada arahan dokter.
Contoh ketika anak tidak kunjung naik berat badan selama berapa bulan. Padahal sudah ada pemberian susu. “Ternyata susu dikasih ke orang lain. Jadi bantuan orangtua asuh lebih ke pendampingan yang menaati saran tim pakar,” bebernya.
Namun tidak menutup kemungkinan mereka bisa memberi bantuan dana. Heria menjelaskan, penanganan stunting perlu dilakukan antar OPD. Sementara pihaknya bertugas sebagai koordinator.
“Seperti Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan yang mengatur PMT,” sebutnya. Kemudian peran Dinas Pekerjaan Umum dalam mendorong infrastruktur pendukung, Dinas Sosial, dan sebagainya.
Selain rencana program orangtua asuh, DP3AKB mulai menggelar kegiatan Bakti Stunting. Pegawai di lingkungan instansi ini menyumbang telur minimal 2 butir per orang setiap Jumat. Lalu disumbangkan kepada anak stunting. (*)
Editor : Duito Susanto