KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Ketua Kelenteng Satya Dharma atau Guang De Miao Balikpapan, Wiliam, menjelaskan, Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili atau Tahun Baru China 2025 shionya ular dan elemen adalah kayu.
“Kayu melambangkan pertumbuhan, ular yakni kecerdikan, mudah beradaptasi dan kebijaksanaan,” kata Wiliam di Kelenteng Guang De Miao, Pasar Baru, Balikpapan.
Umat yang elemennya berbeda, tidak perlu khawatir dan tetap harus berusaha dan berdoa.
“Doa diberikan kesehatan, rezeki berlimpah, kesuksesan dan tidak lupa juga kerukunan serta keharmonisan dengan lingkungan,” jelasnya.
Unsur juga berpengaruh dalam shio ular adalah api, sehingga kemungkinan akan ada situasi memanas. Jadi umat Konghucu diminta untuk lebih banyak bersabar.
Sembahyang di malam pergantian tahun baru Imlek, lanjut dia, disebut juga sebagai tradisi malam since. Di mana Sincia adalah momen penuh makna merayakan kehidupan baru dengan harapan dan semangat.
Tradisi itu bukan hanya mencerminkan kebudayaan Tionghoa, juga mengajarkan nilai-nilai penting dalam kebersamaan, rasa syukur, dan harapan akan ke depan lebih baik.
“Sembahyang di kelenteng bentuk penghormatan kepada Tuhan atas segala rezeki dan keselamatan serta berharap kehidupan yang lebih baik lagi, termasuk mengingat para leluhur,” timpal Angel, warga Balikpapan Baru yang bersama keluarga bersembahyang.
Editor : Dwi Restu A