KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan kembali mengingatkan warga untuk waspada terhadap cuaca ekstrem. Sebab, puncak musim hujan di Kalimantan Timur (Kaltim) masih terjadi sepanjang Maret dan April 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Kukuh Ribudiyanto mengatakan, Kaltim mengalami hujan hampir sepanjang tahun. Namun terjadi dua kali puncak musim penghujan yakni Desember-Januari dan Maret-April.
“Tahun ini, prakiraan menunjukkan puncak musim penghujan akan terjadi pada Maret dan April,” ucapnya. Ada beberapa wilayah yang puncak musimnya berada di antara Maret dan April. Rata-rata wilayah bagian tengah dan timur.
Baca Juga: Kondisi TKP Penembakan Tiga Anggota Polres Way Kanan Masih Dipenuhi Barang Bukti dan Garis Polisi
Dia menjelaskan, wilayah tengah Kaltim cenderung mengalami puncak musim penghujan pada April. Kemudian wilayah pantai timur mengalami puncak musim penghujan pada Maret.
“Termasuk Balikpapan, Bontang, Samarinda, dan PPU (Penajam Paser Utara),” sebutnya. Menurutnya, kondisi ini termasuk normal untuk wilayah Kaltim. Maret dan April wilayah Kaltim memang memiliki potensi hujan yang tinggi.
Baca Juga: Kisah Haru Briptu Ghalib sebelum Gugur dalam Tugas di Way Kanan Diceritakan Sang Paman
Sedangkan wilayah barat, puncak musim hujan telah terjadi pada Januari 2025. Dia menambahkan, curah hujan di Kaltim sempat menurun pada Februari. Kemudian kembali meningkat pada Maret dan April.
“Kondisi ini merupakan kondisi normal yang dirata-ratakan selama 30 tahun terakhir,” tuturnya. Kukuh mengimbau warga waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Misalnya selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. (*)
Editor : Ery Supriyadi