KALTIMPOST.ID, Stok beras di Balikpapan diklaim masih aman hingga tiga bulan ke depan. Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan mendata cadangan beras saat ini mencapai 4 ribu ton.
Jumlah tersebut masih dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Balikpapan hingga Juli mendatang.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Haemusri Umar mengungkapkan informasi tersebut disampaikan pada High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, pada Senin (24/3) lalu di Lantai 3 Ruang Beruang Madu Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan.
“Insyaallah (stok beras) masih aman sampai Juli 2025,” katanya kepada Kaltim Post, beberapa waktu lalu.
Dia juga menyampaikan berdasarkan informasi dari Perum Bulog Kaltim-Kaltara, cadangan beras Balikpapan akan tiba lagi pada Mei atau Juni 2025. Dengan jumlah beras yang mencapai 1.000 ton.
“Kalau Balikpapan ini memang persoalannya bukan stoknya. Tapi harganya. Karena barangnya memang selalu ada,” ungkap mantan kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPDRD) Balikpapan ini.
Selain itu, Balikpapan tak perlu khawatir kekurangan pasokan beras, karena menjadi pusat distribusi komoditas pangan. Khususnya wilayah Indonesia Bagian Timur.
Karena didukung dengan beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti proyek peningkatan kapasitas pengolahan Kilang Pertamina Balikpapan atau Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) maupun keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar) yang berbatasan dengan Balikpapan.
“Makanya Balikpapan menjadi prioritas, karena pintu masuknya distribusi pangan untuk wilayah Indonesia Timur. Membuat Balikpapan sebagai pusat distribusi utama,” ucapnya.
Akan tetapi, karena Balikpapan belum bisa memenuhi kebutuhan beras sendiri, sehingga mengandalkan pasokan dari luar Kalimantan. Seperti beras dari Sulawesi maupun dari Jawa.
Dengan pola distribusi yang dilakukan oleh pihak swasta. Dalam hal ini distributor ke daerah produsen.
“Kemudian dari distributor masuk ke Balikpapan. Baru didistribusikan ke daerah lain. Sehingga stoknya pasti aman. Tapi harganya yang dipantau terus. Untuk menjaga stabilitas harganya. Terutama di momen-momen seperti hari besar keagamaan,” pungkasnya.
Editor : Hernawati