KALTIMPOST.ID, Tiket kapal laut gratis pada arus balik Lebaran 2025. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyediakan 2.347 tiket kapal laut untuk keberangkatan mulai tanggal 5 hingga 15 April 2025.
Salah satunya adalah dari Makassar tujuan Balikpapan pada Rabu (9/4) mendatang.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Capt. Antoni Arif Priadi mengatakan tiket gratis kapal laut pada arus balik Lebaran 2025 ini, untuk memberikan kemudahan.
Bagi masyarakat yang akan kembali setelah merayakan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah di kampung halamannya.
“Hingga saat ini, kuota tiket gratis kapal laut arus balik untuk keberangkatan tanggal 5 -15 April 2025 masih tersedia sebanyak 2.347 tiket. Kami mengimbau masyarakat dapat memanfaatkan program ini sebelum kuota yang tersedia habis,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/4).
Antoni menambahkan, tiket gratis kapal laut ini dilayani oleh sejumlah operator, seperti PT Pelni (Persero).
Di mana masyarakat dapat mendaftar tiket gratis kapal laut melalui website https://nusantara.kemenhub.go.id/.
“Masyarakat juga dapat menghubungi perwakilan operator kapal tersebut di wilayah masing-masing,” pesannya.
Berdasarkan pantauan dari website https://nusantara.kemenhub.go.id/, hanya tersisa dua tiket gratis kapal laut. Dari maupun menuju Balikpapan, yang disediakan oleh operator PT Pelni.
Yakni tiket gratis dari Balikpapan menuju Makassar arus balik pada Selasa (8/4). Dengan lokasi berangkat Pelabuhan Semayang Balikpapan.
Kuotanya sebanyak 250 orang. Selain itu, ada tiket gratis yang juga disediakan operator PT Pelni sebanyak 250 orang.
Dari Makassar ke Balikpapan pada Rabu (9/4). Dengan titik keberangkatan Soekarno-Hatta Makassar.
Mantan Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub ini pun berharap program tiket gratis kapal laut yang diselenggarakan pada tahun ini, dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang.
Khususnya untuk arus mudik maupun arus balik Lebaran. “Semoga program ini bisa terus meningkat, baik dari segi jumlah tiket, kualitas pelayanan, hingga trayek layanan,” pungkasnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini