Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Balita Diduga Hanyut Terseret Arus Banjir di Batu Ampar, Tim SAR Lakukan Pencarian

M Ibrahim • Selasa, 27 Mei 2025 | 17:21 WIB

PENCARIAN: Tim SAR gabungan melakukan penyisiran aliran air mencari balita diduga terseret arus di kawasan Perumahan Sosial, Batu Ampar.
PENCARIAN: Tim SAR gabungan melakukan penyisiran aliran air mencari balita diduga terseret arus di kawasan Perumahan Sosial, Batu Ampar.

BALIKPAPAN — Seorang balita berusia dua tahun bernama Muhammad Ikhsan dilaporkan hanyut terseret arus deras saat hujan mengguyur wilayah Balikpapan pada Selasa pagi, 27 Mei 2025, sekitar pukul 08.30 Wita. Kejadian memilukan ini terjadi di kawasan Perumahan Sosial RT 76, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara.

Ketua RT 76, Yadi, menjelaskan bahwa korban saat itu sedang bermain bersama dua anak lainnya di dekat rumah mereka. "Korban bermain bersama dua temannya. Sandalnya hanyut, lalu ia berusaha mengejar," ujarnya.

Baca Juga: Pertamina Tak Akan Beri Kompensasi, Imbas Kelangkaan BBM Pertamax di Kota Minyak Pekan Lalu

Diduga, saat hendak mengambil sandalnya, korban terpeleset dan jatuh ke dalam parit yang aliran airnya cukup deras akibat hujan. "Air di parit cukup deras. Kami menduga korban terpeleset dan langsung terbawa arus ke dalam gorong-gorong," imbuh Yadi.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan ke pihak berwenang. Tim dari Basarnas Balikpapan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pencarian.

Komandan regu Basarnas, Ary Triyanto, yang berada di lokasi menjelaskan, "Kami menyusuri aliran air, termasuk gorong-gorong terakhir tempat korban terakhir terlihat. Sampai siang ini, korban belum ditemukan," ucapnya.

Baca Juga: Disdikbud Susun Juknis SPMB 2025, 28 SMP Negeri dan 12 SMP Swasta Masuk Sistem Penerimaan Siswa Baru

Upaya pencarian kemudian diperluas hingga ke arah waduk Wonorejo yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian. Tim gabungan, yang dibagi ke beberapa regu, menggunakan perahu karet untuk menyisir area waduk. Namun hingga pukul 16.00 Wita, tanda-tanda keberadaan korban masih belum ditemukan.

"Situasi cukup menantang karena curah hujan yang tinggi memperbesar volume dan kecepatan aliran air," tambah Ary. Ia juga menyatakan bahwa operasi pencarian akan dilanjutkan dengan melibatkan unsur relawan, kepolisian, serta masyarakat sekitar.

Editor : Muhammad Ridhuan
#banjir #tim sar #batu ampar