KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Proyek Bendungan Pengendali (Bendali) Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal diharapkan dapat segera masuk dalam pembangunan fisik. Pemerintah Kota Balikpapan kini menanti langkah konkret dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV untuk percepatan pembangunan fisik lanjutan.
Sebagai informasi, proyek Bendali DAS Ampal ini, kolaborasi antara Pemkot Balikpapan dan BWS Kalimantan IV. Pemkot mendapat tugas pembebasan lahan, dan BWS pembangunan fisik.
Hingga pertengahan 2025, Pemkot telah menuntaskan pembebasan lahan seluas 9,4 hektare dari total kebutuhan 10 hektare. Lahan ini tersebar di dua kelurahan, yakni Gunung Samarinda (3 hektare) dan Gunung Samarinda Baru (7 hektare). Proses pembebasan dilakukan bertahap sejak 2023 dengan pendekatan dialogis kepada warga pemilik lahan.
“Dari sisi kewenangan daerah, kami sudah melaksanakan tanggung jawab. Sisanya tinggal tiga bidang yang masih dalam proses administrasi, dan dananya sudah kami titipkan lewat mekanisme konsinyasi di Pengadilan Negeri,” ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPU Balikpapan, Jen Supriyanto, usai kunjungan bersama Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud ke Bendali DAS Ampal, Selasa (27/5).
Pengerjaan awal atau pengerukan yang dimulai awal tahun ini mencatatkan progres signifikan. Hingga Mei, volume pengerukan tanah mencapai 14 ribu meter kubik dari target 60 ribu meter kubik. Kolam retensi yang dibangun di atas lahan rawa ini dirancang untuk menampung air hujan dengan kedalaman rata-rata 2,8 meter, sekaligus mengantisipasi sedimentasi.
“Proyek ini dirancang sebagai bendali yang akan mereduksi potensi banjir di wilayah hilir, terutama kawasan padat penduduk di Balikpapan Utara,” jelas Jen.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, mengungkapkan, meski progres fisik baru 14–15 persen, warga di RT 1 dan RT 2 Kelurahan Gunung Samarinda Baru sudah mulai merasakan manfaatnya.
“Alhamdulillah, daerah yang dulu langsung tergenang saat hujan deras sekarang mulai kering. Ini bukti bahwa strategi kita tepat,” ujarnya.
Rahmad optimistis proyek ini akan menjadi solusi jangka panjang untuk banjir kronis yang selama ini menghantui kawasan DAS Ampal. Namun, ia menekankan pentingnya sinergi lintas institusi untuk memastikan kelanjutan pembangunan.
“Kami harap BWS Kalimantan IV bisa segera turun untuk pengerjaan fisik berikutnya. Kami sudah siap, tinggal eksekusi pusat,” ungkapnya.
Bendali DAS Ampal tidak hanya ditujukan untuk mitigasi banjir. Pemkot mengintegrasikannya dengan konsep ruang terbuka hijau multifungsi. Jogging track, taman kota, hingga area sosial akan dibangun, menjadikan bendali ini ikon baru kota. (*)
Editor : Ismet Rifani