Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

GMNI Balikpapan Desak Pemkot Serius Tangani Banjir: Jangan Hanya Beri Statement Penenang Masyarakat

Thomas Dwi Priyandoko • Sabtu, 21 Juni 2025 | 18:13 WIB

Kawasan Jalan MT Haryono yang terendam banjir pada Kamis (19/6/2025).
Kawasan Jalan MT Haryono yang terendam banjir pada Kamis (19/6/2025).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Balikpapan menyoroti kembali persoalan banjir yang terus berulang di kota ini.

Terbaru, hujan deras yang mengguyur Balikpapan pada Kamis (19/6/2025) melumpuhkan aktivitas di sedikitnya 15 titik. GMNI menilai penanganan banjir oleh Pemkot Balikpapan selama ini tidak efektif dan hanya bersifat sementara.

Wakil Ketua Bidang Politik dan Jaringan GMNI Balikpapan, Azzan Farizi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali menyuarakan persoalan banjir, namun belum ada perubahan signifikan di lapangan.

Ia menyoroti proyek drainase dan peningkatan jalan di kawasan MT Haryono yang memakan anggaran hingga Rp 13,9 miliar pada 2024 lalu.

Baca Juga: DPD Asita Kaltim Gelar Musda X, Syarifuddin Tangalindo Terpilih Aklamasi

“Proyek itu dikerjakan lama, tapi hasilnya tidak sebanding. Saat hujan turun, kawasan MT Haryono masih banjir dan menyebabkan kendaraan mogok,” tegas Azzan dalam keterangan tertulis yang diterima Kaltim Post pada Sabtu (21/6/2025).

Menurutnya, ada kesalahan perencanaan dalam proyek tersebut. Ia menilai jenis drainase yang dipilih tidak sesuai kebutuhan wilayah.

“Seharusnya pakai drainase terbuka, bukan tertutup. Elevasi jalan pun seharusnya disesuaikan agar air langsung masuk ke drainase, bukan malah menggenang,” katanya.

Azzan Farizi
Azzan Farizi

Azzan juga menyayangkan proyek tersebut lebih mementingkan tampilan estetika ketimbang fungsi utama sebagai saluran pembuangan air. “Estetikanya dapat, tapi fungsi utamanya justru tak bekerja maksimal,” ucapnya.

Menanggapi rencana Pemkot Balikpapan yang akan mengalokasikan 50 persen dari APBD 2025 untuk penanganan banjir, GMNI mendesak agar pemerintah tidak hanya melempar janji.

“Kami menuntut langkah yang benar-benar konkret, bukan sekadar statement ‘obat penenang’ untuk menenangkan masyarakat,” tandas Azzan.

Baca Juga: Kelurahan Lamaru, Balikpapan Dilanda Banjir dan Angin Puting Beliung  

Ia menegaskan bahwa banjir bukan bencana alam semata, melainkan akibat dari kegagalan manusia, khususnya pemangku kebijakan, dalam mengelola lingkungan dan tata kota.

“Banjir bukan ujian dari Tuhan, ini adalah hasil dari kelalaian manusia dalam merancang kota,” tegasnya.

GMNI Balikpapan berharap pemerintah segera membuka data rencana dan strategi pengendalian banjir secara transparan kepada publik agar masyarakat dapat ikut mengawal.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#banjir #jalan mt haryono balikpapan #gmni #balikpapan