KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan optimistis kali ini pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Terutama dari sisi kuota daya tampung.
Sebagai informasi, kuota daya tampung SMP negeri di Kota Minyak lebih dari 6.000 siswa. sedangkan lulusan SD sebanyak 11.000 siswa. Itu yang terus dikejar Pemkot Balikpapan untuk memenuhi daya tampung selaras.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, semua warga harus mendapatkan pendidikan yang layak. Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah.
“Apalagi sekolah swasta ada yang masuk dalam SPMB bisa menjadi pilihan masyarakat,” katanya. Sehingga bisa menambah daya tampung.
Pemkot Balikpapan melibatkan 13 SMP swasta yang lokasinya tersebar di beberapa kecamatan. Nantinya pemerintah memberikan bantuan dari sisi bebas uang pendaftaran, uang pangkal, dan SPP.
Harapannya jangan sampai ada kegiatan transaksional untuk SPMB. “Kalau ada yang titip, bayar-membayar, ada transaksi, laporkan. Kita coba menghilangkan mindset seperti itu,” tegasnya.
Rahmad menilai, seharusnya daya tampung SD dan SMP di Kota Minyak sudah cukup memenuhi kebutuhan. Mengingat setiap tahun, pemerintah daerah menambah unit sekolah baru hingga rombongan belajar (rombel).
“Misalnya ada empat SMP dibangun selama periode saya,” imbuhnya. Di antaranya SMP 25, SMP 26, SMP 27, dan SMP 28. Contoh SMP 27 di Balikpapan Tengah memiliki kapasitas 10 rombel.
Khusus angkatan pertama ini, SMP 27 membuka empat rombel dengan total 128 siswa. Setiap rombel terdiri dari 32 siswa.
Menurutnya, kemungkinan masalah daya tampung akan berbeda di tingkat pendidikan SMA. Namun ini menjadi kewenangan Pemprov Kaltim.
Maka dia mendorong pemerintah provinsi bisa secepatnya menambah unit sekolah baru di jenjang SMA/SMK. “Kami berharap juga tahun depan sudah dibangun SMA baru di Balikpapan,” tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto