BALIKPAPAN – Suasana menegangkan terjadi di Kantor PLN UID Kaltimra dan PT PLN UIP Kalbagtim, Jalan MT Haryono, Balikpapan, Kamis (24/7). Sejumlah massa aksi yang memprotes kebijakan kenaikan harga token listrik dan pemadaman bergilir berubah menjadi anarkis. Bahkan, salah satu petinggi PLN disandera.
Namun, kejadian tersebut merupakan bagian dari simulasi pengamanan unjuk rasa yang digelar oleh Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltim. Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan personel dalam menangani potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di objek vital nasional seperti PLN.
Dalam skenario, massa mulai melempari kantor dan membuat kericuhan. Ketika situasi dianggap tak terkendali, pasukan Huru Hara (PHH) Brimob diterjunkan untuk menenangkan massa. Evakuasi sandera dilakukan, sementara pelaku provokasi dan koordinator lapangan diamankan dari lokasi.
Baca Juga: Sisir Titik Penjualan Beras di Balikpapan, Satgas Pangan Polda Kaltim Temukan Kejanggalan
“Simulasi ini tak hanya melatih respons cepat anggota dalam kondisi kontijensi, tetapi juga memperkuat sinergi dengan pihak PLN dalam menjaga objek vital strategis,” jelas Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai.
Danyon A Pelopor Brimob Polda Kaltim, Kompol Iwan Pamuji, menambahkan bahwa simulasi ini menjadi sarana evaluasi kesiapsiagaan lintas sektor. “Kerja sama antara aparat keamanan dan stakeholder seperti PLN sangat krusial untuk menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.
Dalam simulasi ini, satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob dikerahkan. Karyawan PLN juga turut terlibat dengan mengikuti pelatihan dasar pengamanan sebagai bentuk kesiapan internal menghadapi situasi darurat.
Editor : Muhammad Ridhuan