BALIKPAPAN - Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) sudah membahas bersama seluruh stakeholder terkait kondisi inflasi. Mulai dari Bank Indonesia, BPS, Bulog, dan sebagainya.
Terpantau inflasi di Kota Minyak masih aman. Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,82 persen pada Juni 2025. Penyumbang inflasi terbesar dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,40 persen (mtm).
Ketua TPID Balikpapan Muhaimin mengatakan, pertumbuhan ekonomi terhitung naik signifikan dalam beberapa tahun terakhir. “Kami khawatir saat proyek RDMP selesai tiba-tiba terjadi penurunan,” sebutnya.
Sekkot Balikpapan ini mengimbau kepada pihak-pihak terkait agar tetap melakukan intervensi. Misalnya Dinas Perdagangan dalam hal bahan pokok penting (bapokting).
Kemudian DKP3 melaksanakan operasi pangan menjual sayur-sayur yang murah kepada masyarakat. “Perumda kami arahkan supaya turun ke kelurahan-kelurahan menjual bapokting sesuai HET,” bebernya.
Termasuk cabai yang kerap menjadi penyumbang inflasi. Dia mengarahkan kepada Bank Indonesia mengadakan lagi kegiatan pelajar peduli inflasi di sekolah seperti dulu.
“Setiap sekolah diminta menanam cabai. Nah ternyata itu sangat signifikan,” sebutnya. Sebab sekolah rata-rata mempunyai halaman yang luas rata-rata.
Menurutnya jika siswa ikut menanam cabai dan hasilnya dijual ke masyarakat dapat mengurangi inflasi yang ada. “Ini sudah pernah dilakukan pada 2018 hingga 2020 kemarin,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan