Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tragis! SD Swasta di Balikpapan Ini Tidak “Kebagian” Siswa Baru Tahun Ini, Diduga Akibat Persaingan?

Dina Angelina • Senin, 28 Juli 2025 | 18:47 WIB
Tahun ini, SD Cokroaminoto tanpa satu pun menerima siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. (FOTO DINA ANGELINA/KP)
Tahun ini, SD Cokroaminoto tanpa satu pun menerima siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. (FOTO DINA ANGELINA/KP)

KALTIMPOST.ID-Banyaknya sekolah negeri hingga faktor kalah saing. Tahun ini SD Cokroaminoto Balikpapan tak menerima satu pun siswa baru dalam Tahun Ajaran 2025/2026.

Walhasil tidak ada rombongan belajar (rombel) yang dibuka untuk siswa kelas 1. SD yang berlokasi di Balikpapan Tengah itu hanya melanjutkan kegiatan belajar mengajar bagi siswa kelas 2 hingga kelas 6.

Bendahara SD Cokroaminoto Ellitawati Zainal mengatakan, pihaknya melihat kemungkinan beragam faktor yang membuat kondisi ituterjadi. Misalnya minim ada anak berusia sekolah di wilayah tersebut.

Kemudian ada faktor dari banyaknya sekolah negeri di satu kawasan. Akhirnya saling berebut siswa. Dia bercerita, sekolah negeri terdekat juga hanya menerima beberapa siswa.

“Di sini ada sekitar empat SD negeri di sekitar wilayah kami,” tuturnya. Faktor lainnya peraturan penerimaan siswa baru di sekolah negeri juga berpengaruh.

Elli bercerita, sekarang siswa di bawah tujuh tahun sudah bisa masuk sekolah. Serta faktor-faktor lain yang membuat SD Cokroaminoto kalah saing.

“Kita sama sekali tahun ini tidak menerima siswa. Baru tahun ini,” ujarnya. Sedangkan pada tahun ajaran 2024/2025, pihaknya masih menerima sekitar 10 siswa kelas 1.

Kini total peserta didik di SD Cokroaminoto hanya tersisa 31 siswa. Mereka merupakan siswa kelas 2 hingga kelas 6. Jumlah siswa yang berkurang akhirnya berpengaruh pada tenaga pendidik.

Sebelumnya ada 10 guru yang mengajar, kini tersisa enam guru. Mau tidak mau harus menyesuaikan dengan kondisi siswa. Selama ini operasional tetap berjalan walau tersendat-sendat.

Terutama mulai sangat terasa sejak pandemi Covid-19 pada 2020 silam. Jumlah siswa kian turun setiap tahun. “Rata-rata mereka pindah karena ikut orangtua yang pindah tugas,” ungkapnya.

Seperti kembali ke Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Pihaknya optimistis dan berbesar hati seiring berjalan waktu, nantinya ada siswa yang mendaftar di sekolah yang telah berdiri sejak 1958 tersebut.

“Mudah-mudahan mungkin dari Agustus ini ada saja yang datang. Memang ada beberapa yang sudah memesan tapi dari luar daerah semua,” bebernya.

Ada yang berasal dari Sulawesi dan Surabaya. Kabarnya mereka mau mendaftar untuk masuk ke kelas 1. “Beberapa siswa akan masuk, cuma belum ada. Kami masih menunggu,” pungkasnya. (gel/rd)

Editor : Romdani.
#siswa baru #sekolah negeri #Sekolah Swasta Balikpapan #Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud #persaingan sekolah induk