Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mimpi Balikpapan Punya Big Data: Perlu Anggaran Besar, Putuskan Bangun Secara Bertahap dari Tingkat Kelurahan

Dina Angelina • Kamis, 31 Juli 2025 | 18:12 WIB

Ilustrasi big data.
Ilustrasi big data.
 

BALIKPAPAN - Upaya mewujudkan smart city, Balikpapan ingin membangun big data. Namun tantangannya, ini bukan hal yang murah. Maka pemerintah melakukan secara bertahap.

Kepala Bappeda Litbang Balikpapan Murni mengatakan, bercermin dari big data Surabaya, setidaknya butuh anggaran Rp30 miliar untuk mewujudkannya. Karena itu pihaknya memiliki strategi lain. Dia menyebut, mereka fokus menangani seluruh data yang dibutuhkan di wilayah masing-masing.

“Mulai data kemiskinan, stunting, kekerasan, dan sebagainya cukup satu orang ini harus update setiap hari,” ungkapnya.

Artinya membangun data memiliki tantangan biaya yang tak sedikit. Pemkot Balikpapan akan mulai dengan membangun command center terlebih dahulu pada 2026.

Lokasinya di kantor Diskominfo yang bakal menempati Gedung Parkir Klandasan, tahun depan. “Data dibangun secara bertahap dulu. Misal beberapa RT di setiap kelurahan yang penting setiap hari ada data update,” bebernya.

Hal ini mendapat dukungan wakil rakyat di legislatif. Ketua Bapemperda DPRD Balikpapan Andi Arif Agung mengatakan, Balikpapan harus mengarah ke pembangunan big data untuk mewujudkan konsep smart city.

Kepala Bappeda Litbang Balikpapan Murni
Kepala Bappeda Litbang Balikpapan Murni

“Balikpapan ini sekarang kota penyangga ibu kota. Secara keseluruhan harus digitalisasi harus. Informasi satu pintu dari command center,” bebernya. Dia berharap setiap OPD tidak perlu membuat website masing-masing.

Cukup di satu tempat yakni command center di DIskominfo. Termasuk sekarang penyediaan sarana wifi gratis di sarana umum maupun di masyarakat. Itu membutuhkan command center.

“Itu sesuatu yang sangat dibutuhkan karena melihat Balikpapan menjadi salah satu barometer kota dengan perkembangan pesat,” ungkapnya. Baik pergerakan penduduk yang signifikan.

Kemudian command center dibutuhkan untuk pembagian informasi satu pintu. “Support anggarannya sangat lumayan. Beberapa hal ini penganggaran sudah bergeser di Diskominfo,” tutupnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#big data #smart city #balikpapan #command center