KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Proyeksi lima tahun ke depan, Balikpapan memiliki defisit air baku mencapai 3.335 liter per detik. Penyediaan air bersih menjadi permasalahan utama di Kota Minyak.
Berbagai upaya harus dikebut pemerintah daerah untuk mendatangkan sumber air baku tambahan. Misalnya dari rencana Pemprov Kaltim akan membantu dua unit sumur dalam dengan kapasitas 20 liter per detik pada tahun ini.
“Pembangunan Embung Aji Raden dengan kapasitas 200 liter per detik diproyeksi selesai pada 2027,” kata Sekretaris Kota Balikpapan Muhaimin. Ini disampaikan sekaligus menjawab pertanyaan Fraksi Gabungan PKS dan PPP, beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan, Pemkot Balikpapan masih sembari menunggu keberlanjutan pemanfaatan Waduk Sepaku Semoi dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Seperti diketahui, sebelumnya ada rencana SPAM regional.
Itu mengambil sumber air dari Bendungan Sepaku Semoi atau Sungai Mahakam. Sehingga menjadi kewenangan Pemprov Kaltim dalam penyediaan air baku dari sumber tersebut.
Muhaimin menegaskan, penyediaan air bersih menjadi salah satu dari sembilan program unggulan dalam RPJMD 2025-2029. Selain upaya tadi, pemerintah kota dalam lima tahun mendatang membuat program pendukung lainnya.
Baca Juga: Perusahaan Hashim Djojohadikusumo, Arsari Group Resmi Siap Suplai Air Bersih ke Balikpapan
“Seperti optimalisasi jaringan sistem penyediaan air minum (SPAM) eksisting, penurunan tingkat kebocoran, dan peningkatan akses aman sesuai amanat pemerintah pusat,” bebernya.
Dia menambahkan, Pemkot Balikpapan dan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan akan bekerja sama dengan seluruh pihak. Baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun kerja sama dengan lembaga dan badan usaha lain.
Salah satu yang kini sedang berjalan ada pemeliharaan bendali yang berada di kawasan DAS Ampal. Pemkot Balikpapan meminta bantuan kepada Dinas PUPR dan Pera Kaltim.
Sehingga bendali bisa berfungsi optimal menampung air. Bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi sumber air baku tambahan jika dikelola dengan tepat dan baik. (*)
Editor : Muhammad Rizki