Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Balikpapan Jadi Kota Paling Sejahtera di Kalimantan Timur, Benarkah?

Khoirun Nisa • Kamis, 21 Agustus 2025 | 15:41 WIB
Potret Kota Balikpapan yang tampak megah.
Potret Kota Balikpapan yang tampak megah.

KALTIMPOST.ID, Balikpapan, kota industri yang bersih dan rapi, kembali mencuri perhatian publik. Berdasarkan data, kota ini berhasil memiliki angka kemiskinan terendah di Kalimantan Timur. Tapi, benarkah Balikpapan se-sejahtera itu?

Menurut data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, Kota Minyak menempati posisi terendah untuk tingkat angka kemiskinan kabupaten/kota di Kaltim.

Angka kemiskinan di Balikpapan hanya 2,23% dari total penduduknya.

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Kaltim. Sebagai perbandingan, Samarinda memiliki angka kemiskinan 4,3%, Bontang 3,74%, sementara Mahakam Ulu mencapai 10,75% sebagai yang tertinggi dan Kutai Barat 9,56%.

Di Balik Angka yang Indah

Meski data resmi menunjukkan angka yang luar biasa, realitas di lapangan menyimpan narasi yang lebih kompleks.

Balikpapan sendiri dikenal sebagai 10 besar kota dengan biaya hidup tertinggi di Indonesia. Dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp9,8 juta per bulan. Sementara Upah Minimum Kota (UMK) Balikpapan hanya senilai Rp 3.701.508.

Angka kemiskinan yang rendah ini sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan tantangan harian warga, terutama yang berpenghasilan rendah.

UMK Balikpapan terhitung hanya mencukupi sekitar 37% dari total biaya hidup ideal yang ditetapkan oleh BPS.

Selain itu, tantangan lain juga datang dari sisi ketenagakerjaan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Balikpapan pada 2024 tercatat 6,22%, naik tipis dari tahun sebelumnya yang sebesar 6,09%.

Artinya, tengah kesuksesan menekan kemiskinan, Balikpapan masih dihadapkan pada isu ketersediaan lapangan kerja yang memadai bagi seluruh angkatan kerja. Isu biaya hidup yang tinggi dan lapangan pekerjaan tersebut masih menjadi tantangan besar bagi kota ini.

Angka kemiskinan memang berhasil ditekan, tetapi jika tidak diiringi dengan ketersediaan lapangan kerja yang mencukupi dan daya beli yang memadai, masyarakat akan terus menghadapi kesulitan ekonomi yang tersembunyi.

Rahasia Balikpapan Menekan Kemiskinan

Lalu, apa yang membuat Balikpapan begitu efektif dalam menekan angka kemiskinan?

Sebagai kota energi, Balikpapan memiliki basis industri yang sangat kuat. Kehadiran perusahaan migas dan energi besar seperti Pertamina serta pelabuhan yang strategis menjadi motor penggerak utama.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang mumpuni juga mendukung tingginya tingkat urbanisasi.

Semua ini menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan citra kemegahan kota ini.

Balikpapan juga menjadi magnet investasi, baik di sektor industri, jasa, maupun properti.

Hal ini membuka banyak peluang kerja formal yang turut menekan angka pengangguran. Ditambah lagi, Pemerintah Kota Balikpapan aktif menjalankan program sosial, pemberdayaan UMKM, dan pelatihan keterampilan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

Pemerintah daerah kini sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi masalah pengangguran, dengan target TPT bisa ditekan hingga 5,2% pada 2030.

Peluang dan Tantangan Masa Depan

Meskipun sukses menekan kemiskinan dan memiliki target jelas untuk pengangguran, Balikpapan tidak boleh lengah. Kesenjangan antara biaya hidup dan pendapatan menjadi isu krusial yang harus terus diatasi.

Namun, kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) di dekat Balikpapan juga menjadi peluang besar.

Balikpapan memiliki potensi kuat untuk menjadi pusat logistik dan pendukung utama IKN.

Ini akan semakin memperkuat posisinya sebagai kota dengan tingkat kesejahteraan tinggi, jika pemerintah dan swasta bisa berkolaborasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Editor : Hernawati
#kota minyak #bps