Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Enam Pengurus RT Tolak Pemekaran Kelurahan Batu Ampar

M Ibrahim • Kamis, 28 Agustus 2025 | 16:28 WIB
RAPAT PEMEKARAN. Sejumlah RT Kelurahan Batu Ampar rapat musyawarah dengan instansi terkait
RAPAT PEMEKARAN. Sejumlah RT Kelurahan Batu Ampar rapat musyawarah dengan instansi terkait

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Pengurus RT wilayah Kelurahan Batu Ampar tolak pemekaran wilayah. Mereka bersama pihak Kecamatan Balikpapan Utara menggelar rapat dihadiri LPM dan para Ketua RT, Kamis (28/8/2025).

Rapat musyawarah terkait agenda Pemkot Balikpapan merujuk surat dari Sekretariat Daerah nomor 100/1828/E/SETDA tanggal 21 Agustus 2025 perihal pemekaran Kelurahan Batu Ampar.

Kesimpulan rapat digelar kurang dari satu jam di Aula kelurahan Batu Ampar itu, batal karena lebih banyak Ketua RT menyatakan menolak pemekaran.

Ada 7 Ketua RT menyampaikan pendapat. Satu di antaranya setuju pemekaran kelurahan.
Kasmadi menyatakan, pemekaran kelurahan berdampak bercerai berai para Ketua RT Batu Ampar yang selama ini sudah menyatu. Sebab wilayah Batu Ampar sudah terjadi dua kali pemekaran RT yang berdampak pergantian administrasi kependudukan yang memakan waktu lama.

“Batu Ampar sudah dua kali pemekaran, kita sudah kehilangan dan terpisah dengan para Ketua RT yang sekarang beda wilayah. Batu Ampar sudah menyatu para Ketua RT nya, jadi tidak perlu dimekarkan lagi menjadi dua kelurahan," ujar Kasmadi.

Rapat dipimpin lurah Batu Ampar Awan Darmawan didampingi Babinsa Sertu Dedi, Bhabinkamtibmas Aipda Eko Wahyudi dan Wakil Ketua LPM Batu Ampar H Puroso. Hadir mewakili Camat Balikpapan Utara, Kasi Pembangunan Sanrang.

Sementara Subagyo menyebut, dampak pemekaran kelurahan juga berakibat susahnya mengurus aset lahan. “Contohnya saya Pak. Saya punya lahan di Sepinggan, kini dipecah menjadi Sepinggan Baru. Setelah pergantian wilayah, saya mau mengurus sertifikat tanah susah,” ujar Bagyo. Itulah alasan menolak.

Sedangkan Sutrisno setuju pemekaran beralasan, penduduk Batu Ampar sudah padat dan terus bertambah. Pelayanan penduduk juga terkait dengan pemilu sudah mengalami kendala sehingga perlu berbaikan lagi melalui pemekaran wilayah.

“Seperti pengalaman saya waktu menjadi PPS. Masalah data penduduk saja sudah banyak masalah. Makanya pemekaran kelurahan itu bagus untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” harapnya.

Lurah Batu Ampar Awan Darmawan menawarkan opsi agar Kelurahan Batu Ampar lebih baik lagi. Yaitu dilakukan penataan wilayah utamanya perbatasan wilayah kelurahan yang masih rancu. Para Ketua RT pun kompak setuju.

“Contohnya di RT 68, Roda Mas dan Perumahan PDAM. Ada wilayah Batu Ampar, namun masuk Kelurahan Graha Indah. Nah inilah yang segera kita benahi,” kata Awan. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Lurah Batu Ampar Awan Darmawan #Enam RT Tolak Pemekaran #Pemekaran Kelurahan Batu Ampar