Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

ITK Kembangkan Solusi Hijau untuk Petani di Balikpapan, Hadirkan Teknologi Panen Air Hujan dan Pupuk dari Limbah

Muhammad Ridhuan • Rabu, 10 September 2025 | 19:21 WIB

 

PENGABDIAN: Program PKM  ITK yang dipimpin Arif Wicaksono, Ni’matus Sholihah dan Khairunnisa Adhar bersama sembilan mahasiswa menghadirkan dua teknologi sederhana namun berdampak besar bagi petani.
PENGABDIAN: Program PKM ITK yang dipimpin Arif Wicaksono, Ni’matus Sholihah dan Khairunnisa Adhar bersama sembilan mahasiswa menghadirkan dua teknologi sederhana namun berdampak besar bagi petani.
 

BALIKPAPAN – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) meluncurkan program pertanian berkelanjutan bagi Kelompok Tani Harapan Sejahtera (KTHS) di Balikpapan. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), tim ITK menghadirkan dua teknologi sederhana namun berdampak besar: pemanenan air hujan (Rainwater Harvesting/RWH) dan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah pertanian.

Program ini dipimpin Arif Wicaksono Septyanto dari Program Studi Sistem Informasi. Ia menggandeng dua rekannya, Ni’matus Sholihah dari Teknologi Pangan, serta Khairunnisa Adhar dari Perencanaan Wilayah dan Kota, bersama sembilan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Mereka bekerja langsung di lapangan, merancang, memasang, sekaligus melatih petani setempat agar mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara mandiri.

Salah satu masalah utama yang dihadapi petani KTHS adalah keterbatasan air, terutama saat musim kemarau. Untuk menjawabnya, tim ITK memasang sistem RWH di pondok istirahat petani. Air hujan yang ditampung dari atap kemudian melewati modul penyaring sebelum dialirkan ke lahan. Sistem ini dirancang sederhana agar mudah dirawat oleh petani sendiri.

“Target kami bukan sekadar memasang alat, tapi memastikan petani menguasai cara penggunaan dan pemeliharaannya,” kata Arif.

Proses instalasi Sistem Rainwater Harvesting/RWH
Proses instalasi Sistem Rainwater Harvesting/RWH

Hasilnya, kelompok tani kini memiliki cadangan air bersih untuk irigasi tanpa harus bergantung pada sumber air lain yang tidak stabil. Modul panduan sistem ini bahkan telah didaftarkan hak ciptanya, sehingga dapat menjadi rujukan bagi daerah lain.

Tak hanya soal air, tim Teknologi Pangan ITK juga memperkenalkan cara mengolah limbah sayur dan buah menjadi pupuk organik cair. Melalui fermentasi sederhana, limbah yang sebelumnya dibuang kini dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, sekaligus menekan biaya produksi.

“Limbah yang dulu tak terpakai kini menjadi sumber nutrisi tanaman yang murah dan ramah lingkungan,” ujar Ni’matus.

Program ini menggabungkan aspek teknologi, perencanaan wilayah, dan pemberdayaan masyarakat. Hasilnya tidak hanya membantu petani KTHS mengurangi biaya dan meningkatkan hasil panen, tetapi juga memberikan contoh model pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.

“Ini bukan proyek sesaat, melainkan bagian dari upaya membangun ketahanan pangan yang berpijak pada potensi di sekitar kita,” jelas Khairunnisa.

Tim ITK juga telah mendokumentasikan prosesnya dalam bentuk artikel ilmiah dan video, yang diharapkan dapat memperluas penerapan program ke desa-desa lain di Kalimantan. (pms/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#ITK #program pertanian berkelanjutan #pupuk #kelompok tani #institut teknologi kalimantan #panen air hujan