KALTIMPOST.ID, Di era digital saat ini, keberadaan perpustakaan dan upaya meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat menjadi tantangan tersendiri.
Aktivitas membaca buku dan mengunjungi perpustakaan yang rendah di Indonesia, telah lama mengkhawatirkan. Sementara perpustakaan dan buku justru menjadi cikal bakal generasi untuk tumbuh cerdas dan kritis.
Kabar baiknya, di Kota Balikpapan, minat masyarakat untuk mengunjungi Perpustakaan Kota Balikpapan menunjukkan tren positif yang signifikan sepanjang tahun 2024.
Berdasarkan data rekapitulasi tahunan yang dirilis oleh BPS melalui Kota Balikpapan dalam Angka 2025, total kunjungan 2024 berhasil menembus angka 82.831 orang, sebuah kenaikan sebesar 13,5 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 73.001 pengunjung.
Angka ini setara dengan rata-rata lebih dari 227 orang yang mengunjungi perpustakaan setiap harinya selama 2024, menandakan geliat literasi fisik yang kembali menguat di Kota Minyak.
Didominasi Kalangan Pelajar dan Mahasiswa
Dari total pengunjung, kalangan akademis menjadi motor penggerak utama. Kategori pelajar menyumbang 40.757 kunjungan, sementara mahasiswa menyumbang 4.425 kunjungan.
Jika digabungkan, keduanya mencapai 45.176 pengunjung atau sekitar 54,5% dari total kunjungan.
Puncak kunjungan pelajar terjadi pada semester kedua, khususnya pada bulan Oktober (5.706 pelajar) dan September (5.133 pelajar), yang bertepatan dengan Bulan Literasi Nasional.
September-Oktober Jadi Bulan Terpenuh
Secara keseluruhan, kuartal ketiga menjadi periode paling ramai bagi Perpustakaan Kota. Puncak kunjungan bulanan terjadi pada September (10.634 pengunjung) dan Oktober (10.497 pengunjung).
Momen ini sejalan dengan adanya peringatan Hari Kunjungan Perpustakaan Nasional dan meningkatnya aktivitas literasi di lingkungan pendidikan.
Sebaliknya, periode paling sepi tercatat pada April (3.665 pengunjung) dan Maret (4.143 pengunjung), yang diduga kuat berkaitan dengan menurunnya aktivitas publik selama bulan Ramadan dan periode ujian sekolah.
Kunjungan Fisik Melesat, Pengunjung Online Anjlok
Di tengah keberhasilan menarik pengunjung fisik, sebuah tantangan besar justru muncul dari layanan digital.
Data menunjukkan adanya penurunan tajam pada jumlah pengunjung Perpus Digital (online), yang anjlok sekitar 48,9 persen dari 7.848 pengguna di tahun 2023 menjadi hanya 4.009 di tahun 2024.
Penurunan drastis juga terjadi pada layanan Pustaka Baca (program baca di ruang publik), yang turun dari 1.644 menjadi hanya 329 pengunjung.
Tren Meningkat tapi Perlu Evaluasi
Peningkatan kunjungan fisik adalah bukti keberhasilan Perpustakaan Kota Balikpapan dalam menjaga relevansinya sebagai ruang publik yang nyaman dan bermanfaat.
Dominasi pelajar menunjukkan peran vital perpustakaan dalam mendukung ekosistem pendidikan. Namun, penurunan signifikan pada layanan digital menjadi catatan krusial yang harus segera dievaluasi.
Strategi promosi yang lebih gencar, perbaikan antarmuka pengguna aplikasi, serta inovasi layanan digital perlu menjadi prioritas agar perpustakaan dapat menjawab tantangan zaman secara menyeluruh. (*)
Editor : Almasrifah