KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Mengikuti perkembangan zaman menuju era digitalisasi. KPU Balikpapan menangkap adanya kebutuhan penyebaran sarana informasi dengan cara kekinian.
Maka diluncurkan Podcast KPU Balikpapan yang berlokasi di Rumah Pintar Pemilu (RPP). Peresmian dilakukan oleh Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris, Jumat (19/9).
Turut hadir Asisten I Setdakot Balikpapan Zulkifli mewakili Pemkot Balikpapan. Ketua KPU Balikpapan Prakoso Yudho Lelono mengatakan, podcast ini bisa menjadi salah satu sarana informasi pemilu.
Apalagi di tengah arus digitalisasi, dampak disrupsi informasi berpotensi besar membuat distraksi. “Masyarakat sulit membedakan mana yg benar dan tidak. Maka dengan podcast ini KPU bisa memberikan informasi yang lebih baik,” ujarnya.
Tujuan utama meningkatkan kualitas demokrasi dan tingkat partisipasi masyarakat lebih tinggi dalam pemilu di masa mendatang. “Bisa menginformasikan terkait kepemiluan dan demokrasi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, podcast ini menjadi sarana komunikasi yang lebih efektif dan efisien. Meski begitu, kegiatan roadshow sosialisasi pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat masih terus berjalan.
Selain itu, KPU Balikpapan juga dalam masa coktas alias coklit terbatas melalui Divisi Perencanaan Data dan Informasi. “Semua kegiatan ini perlu diketahui warga. Salah satu caranya dengan podcast,” tuturnya.
Pihaknya menginisiasi pembentukan podcast sudah cukup lama sejak tahapan awal pilkada. Ini berasal dari pemanfaatan dana hibah Pemkot Balikpapan.
“Kemarin kami masih fokus pada tahapan pemilihan kepala daerah. Jadi sekarang baru bisa launching,” imbuhnya. Episode pertama dengan narasumber Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris berlangsung Jumat (19/9).
Dengan tema ‘Demokrasi Membangun Negeri’. Siaran podcast ini secara lengkap bisa disaksikan masyarakat melalui channel YouTube KPU Balikpapan.
Sementara cuplikannya tayang di Instagram dan TikTok KPU Balikpapan. “Kami sudah buat jadwal podcast secara mingguan. Narasumber bisa siapa saja seluruh elemen masyarakat untuk bicara terkait pemilu,” jelasnya.
Mulai dari pemilih pemula sampai kaum marginal. KPU Balikpapan mendengarkan semua suara elemen masyarakat. “Ujungnya nanti untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” tandasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani