BALIKPAPAN - Setelah berbagai upaya untuk mengurangi sampah langsung terbuang ke TPA Manggar. Kini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan menyebut usia TPA Manggar bertambah tiga tahun. Setidaknya bisa bertahan hingga 2028.
Sebelumnya TPA Manggar diprediksi penuh pada 2026. “Karena kita melakukan pengurangan sampah di sumber langsung dan sudah berjalan massif,” kata Kepala DLH Balikpapan Sudirman Djayaleksana.
Mulai dari membangun bank sampah unit, bank sampah induk, hingga tempat pengolahan sampah terpadu (TPST). “Harapannya agar masa pakai TPA bisa lebih panjang,” tuturnya.
Baca Juga: Ini Rencana Balikpapan Jika Terima Program PSEL, Kelola Area Landfill Seluruh Zona TPA Manggar
Dia menjelaskan, TPA Manggar memiliki tujuh zona. Setiap zona memiliki luas yang berbeda sekitar 2,5 - 4 hektare. Kini operasional sudah masuk pada zona 6. Artinya tinggal satu zona yang masih belum digunakan yakni zona 7. Sementara saat ini, total volume sampah Balikpapan mencapai 550 ton per hari.
“Tapi kita ada program pengurangan sampah dari sumber kurang lebih 120-150 ton per hari,” bebernya. Sampah yang masuk ke TPA Manggar tinggal sekitar 380-400 ton per hari.
Baca Juga: Balikpapan Cari Investor TPA Manggar, Targetkan Teknologi Pengolahan Sampah Tepat Guna
“Dengan perhitungan itu, perkiraan TPA Manggar mungkin bertahan sampai 2028,” katanya. Pengolahan sampah dari sumber seperti pengurangan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.
Masyarakat didorong untuk memilah dan mengolah sampah secara mandiri sejak dari sumbernya. Baik organik dan anorganik. Sehingga yang terbuang ke TPA Manggar tinggal residu. (*)
Editor : Muhammad Rizki