Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Inflasi Balikpapan Terkendali, September 2025 Catat Deflasi 0,06 Persen Secara Bulanan

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 1 Oktober 2025 | 20:20 WIB
TERKENDALI: Beberapa bahan pokok di Balikpapan mengalami kenaikan harga dan menyebabkan inflasi.
TERKENDALI: Beberapa bahan pokok di Balikpapan mengalami kenaikan harga dan menyebabkan inflasi.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat Balikpapan mengalami inflasi sebesar 1,15 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan secara tahun kalender (year to date/ytd) sebesar 1,34 persen. Namun secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,06 persen (month to month/mtm).

Terkait itu, Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto menjelaskan, bahwa deflasi yang terjadi disebabkan turunnya harga pada beberapa kelompok pengeluaran.

“Deflasi pada bulan September utamanya dipicu oleh penurunan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok pakaian dan alas kaki,” tuturnya.

Namun, Marinda menambahkan, meski terjadi deflasi bulanan, tekanan inflasi tahunan tetap terlihat pada beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga.

“Inflasi year on year terjadi karena adanya peningkatan harga di tujuh kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 2,74 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,75 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,17 persen," ulasnya.

Dari sisi komoditas, sejumlah barang dan jasa yang memberikan andil terhadap inflasi tahunan antara lain perhiasan, daging ayam ras, tukang bukan mandor, bawang merah, dan minyak goreng. Sementara itu, kelompok penyumbang deflasi didominasi oleh angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, serta sayur-sayuran seperti kangkung dan bayam.

“Komoditas seperti perhiasan, daging ayam ras, dan jasa pendidikan turut mendorong inflasi, sedangkan penurunan harga tiket pesawat dan bahan bakar rumah tangga menjadi faktor pengurang tekanan inflasi,” jelas Marinda.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi September 2025 secara tahunan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,86 persen.

Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,46 persen, serta kelompok pendidikan dan restoran masing-masing sebesar 0,12 persen.

Secara keseluruhan, tingkat inflasi tahunan Balikpapan masih berada pada level yang terkendali. “Dengan inflasi year on year di angka 1,15 persen, kondisi ini menunjukkan stabilitas harga yang relatif terjaga dan daya beli masyarakat masih cukup baik,” tutup Marinda.

Berdasarkan data BPS, inflasi year-on-year Balikpapan pada September 2025 ini merupakan yang terendah dalam tiga tahun terakhir, setelah September 2023 mencatat inflasi sebesar 2,96 persen dan September 2024 sebesar 2,31 persen. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kelompok pengeluaran #inflasi #balikpapan