Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Balikpapan Siapkan Strategi Pemangkasan TKD, Wakil Wali Kota: Pembahasan On Progress

Dina Angelina • Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:06 WIB

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo.

BALIKPAPAN - Menanggapi informasi pemangkasan transfer ke daerah (TKD) hingga Rp 1,05 triliun. Kini Pemkot Balikpapan masih melakukan pembahasan intens untuk mengatur strategi APBD 2026.

Tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Balikpapan menyiapkan beberapa skenario. “Bagaimana menghadapi pemangkasan ini masih dibahas atau on progress,” kata Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo.

Menurutnya saat ini baru dilakukan pembahas secara internal. Usai menerima informasi adanya pengurangan TKD kepada daerah. Maka pemerintah kota secepatnya menghitung ulang dan menyiapkan skenario.

“Kalau itu sudah disampaikan secara resmi, baru kita bicara dengan DPRD Balikpapan,” sebutnya. Bagus meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab program prioritas tetap akan berjalan.

Baca Juga: Balikpapan Alami Pemangkasan TKD Rp 1,05 Triliun, Komisi III Pastikan Pengendalian Banjir Tetap Jalan

“Terutama berhubungan dengan pelayanan masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan tetap kami utamakan,” ungkapnya. Walau nantinya akan ada pengurangan sedikit efek dari kemampuan anggaran daerah.

“Berkurang dikit wajar saja ya. Tapi tidak semuanya diabaikan,” tegasnya. Bagus juga mengimbau OPD agar penyerapan anggaran tahun ini bisa dilakukan maksimal. Ini senada dengan sorotan menteri keuangan.

Contoh saat ini ada pekerjaan pembangunan di Pasar Klandasan dengan progres masih berkisar 50-70 persen. “Kami minta kontraktor hitung ulang supaya dalam dua bulan ini pekerjaan bisa selesai 100 persen,” jelasnya.

Baca Juga: Gubernur se-Indonesia Keluhkan Penurunan DBH ke Menteri Keuangan, Rudy Mas'ud: Kaltim Layak Dapat Porsi Lebih

Misalnya kontraktor harus ekstra menambah jam kerja hingga tenaga pekerja. Semua harus dilakukan untuk mengejar waktu yang tersisa sebelum pergantian tahun. “Kita berikan dulu kontraktor waktu sampai Desember sesuai deadline,” imbuhnya. Mengingat alokasi anggaran pada proyek tahun ini semua tidak ada masalah. Maka dia berharap penyerapan anggaran juga optimal.

“Mudah-mudahan mereka bertanggung jawab. Jangan sampai nanti malah menjadi SILPA,” katanya. Sementara tahun depan, pemerintah daerah harus menghadapi pemangkasan TKD. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#Bagus Susetyo #Pemangkasan Dana Transfer ke Daerah #balikpapan