BALIKPAPAN - Menanggapi informasi pemangkasan transfer ke daerah (TKD) hingga Rp 1,05 triliun. Kini Pemkot Balikpapan masih melakukan pembahasan intens untuk mengatur strategi APBD 2026.
Tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Balikpapan menyiapkan beberapa skenario. “Bagaimana menghadapi pemangkasan ini masih dibahas atau on progress,” kata Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo.
Menurutnya saat ini baru dilakukan pembahas secara internal. Usai menerima informasi adanya pengurangan TKD kepada daerah. Maka pemerintah kota secepatnya menghitung ulang dan menyiapkan skenario.
“Kalau itu sudah disampaikan secara resmi, baru kita bicara dengan DPRD Balikpapan,” sebutnya. Bagus meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab program prioritas tetap akan berjalan.
“Terutama berhubungan dengan pelayanan masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan tetap kami utamakan,” ungkapnya. Walau nantinya akan ada pengurangan sedikit efek dari kemampuan anggaran daerah.
“Berkurang dikit wajar saja ya. Tapi tidak semuanya diabaikan,” tegasnya. Bagus juga mengimbau OPD agar penyerapan anggaran tahun ini bisa dilakukan maksimal. Ini senada dengan sorotan menteri keuangan.
Contoh saat ini ada pekerjaan pembangunan di Pasar Klandasan dengan progres masih berkisar 50-70 persen. “Kami minta kontraktor hitung ulang supaya dalam dua bulan ini pekerjaan bisa selesai 100 persen,” jelasnya.
Misalnya kontraktor harus ekstra menambah jam kerja hingga tenaga pekerja. Semua harus dilakukan untuk mengejar waktu yang tersisa sebelum pergantian tahun. “Kita berikan dulu kontraktor waktu sampai Desember sesuai deadline,” imbuhnya. Mengingat alokasi anggaran pada proyek tahun ini semua tidak ada masalah. Maka dia berharap penyerapan anggaran juga optimal.
“Mudah-mudahan mereka bertanggung jawab. Jangan sampai nanti malah menjadi SILPA,” katanya. Sementara tahun depan, pemerintah daerah harus menghadapi pemangkasan TKD. (*)
Editor : Muhammad Rizki