KALTIMPOST.ID, Tantangan menjadi orang tua di zaman sekarang terasa semakin kompleks. Terlebih pola asuh sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak. Sementara setiap zaman memiliki pola asuh yang berbeda-beda.
Untuk mendukung tumbuh kembang anak, SD Katolik Santa Theresia 2 Kota Balikpapan, menggelar seminar parenting bertajuk “Rumah Aman dan Nyaman” yang mengupas tuntas pentingnya kesehatan emosional orang tua sebagai fondasi utama dalam mendidik anak.
Acara ini menghadirkan seorang pakar, Joyful Soul, Parenting & Education Coach Sri Erniati atau biasa disapa Miss R, sebagai pemateri utama. Digelat di SD Katolik Santa Theresia 2 Balikpapan, pada Sabtu 18 Oktober 2025.
Dalam paparannya, ia menyoroti satu isu krusial yang sering kali menjadi akar permasalahan dalam pola asuh: kondisi emosional orang tua itu sendiri.
Menurutnya, banyak orang tua yang belum sepenuhnya “selesai” dengan luka atau emosi masa lalunya, yang tanpa disadari berdampak langsung pada cara mereka berinteraksi dengan anak.
“Yang paling banyak menjadi tantangan adalah orang tua-orang tua yang mereka belum selesai dengan emosi dirinya sendiri, sehingga akhirnya mereka mengasuh anak dengan ketidakselesaian itu,” jelas Miss R saat diwawancara usai acara.
Ia menegaskan bahwa kunci utama dari keberhasilan mendidik anak justru dimulai dari pembenahan diri orang tua. Proses ini diibaratkan sebagai sebuah perjalanan untuk “tumbuh” bersama anak.
“Kunci utamanya adalah orang tua yang terus tumbuh menjadi orang tua. Banyak orang tua yang secara badan sudah tua, tetapi mungkin yang ada dalam dirinya adalah anak kecil yang belum selesai,” ungkapnya.
Menanggapi perdebatan seputar gentle parenting yang sering dianggap terlalu lembek, Miss R memberikan pandangan yang meluruskan. Menurutnya bahwa tegas tidak selalu identik dengan keras. Justru, ketegasan yang dilandasi kasih sayang adalah bentuk terbaik dari pola asuh sadar.
“Kita tetap bisa tegas ke anak, tapi dengan hati lembut. Dulu, tegas juga dengan hati yang keras, itu yang bikin sakit. Nah, itulah yang diubah,” katanya.
Miss R mengajak para orang tua murid kelas 1-4 yang hadir, untuk mendefinisikan kembali arti kesuksesan seorang orang tua. Bukan sekadar melihat pencapaian anak, melainkan keberhasilan orang tua itu sendiri dalam bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dan sadar.
“Keberhasilan orang tua sebagai orang tua itu bukan kalau anaknya berhasil, loh. Tapi kalau Anda berhasil tumbuh dewasa,” tutupnya dengan pesan mendalam.
Komitmen Sekolah
Sementara itu, Kepala Sekolah, Woro Vidya Ayuningtyas, menyatakan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menciptakan sinergi antara lingkungan belajar di sekolah dan di rumah. Baginya, pendidikan anak adalah kerja sama tim yang tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
“Dengan parenting yang baik di rumah, anak-anak juga semakin aktif untuk tumbuh dna berkembang di sekolah. Karena sekolah juga rumah mereka, dan kami guru juga orang tua mereka.”
“Untuk menjadikan anak itu utuh, itu kan perlu kerja sama dari kedua belah pihak. Harapannya ketika (upaya di rumah dan sekolah) disatukan, potensinya semakin oke, semakin berkembang,” ujar Woro.
Woro juga mengamini pesan utama dari pemateri. Ia menekankan bahwa komitmen untuk menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang bagi siswa juga dimulai dari internal sekolah, yakni para pendidik itu sendiri.
“Yang harus kita sadari pertama adalah bahwa kita harus mencintai diri kita sendiri. Kalau kita tidak mencintai diri kita sendiri, kita tidak mungkin memberikan cinta untuk yang lain,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap para orang tua tidak hanya mendapatkan ilmu praktis, tetapi juga inspirasi untuk memulai perjalanan refleksi diri, demi menciptakan rumah yang benar-benar aman dan nyaman sebagai tempat bertumbuh terbaik bagi anak-anak mereka.
Editor : Hernawati