KALTIMPOST.ID-Berdiri sejak 1987, Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Primkopti) terus menjadi tumpuan para pelaku usaha kecil di sektor pangan.
Koperasi itu berperan menjaga ketersediaan bahan baku dan kestabilan harga bagi pengrajin tahu dan tempe. Kini, Primkopti memiliki 102 anggota aktif yang tersebar di berbagai wilayah.
Ketua Primkopti Imam Salimi mengatakan koperasi berfokus menyediakan bahan baku utama bagi anggotanya, seperti kedelai, ragi, hingga plastik pembungkus. Pelayanan juga diberikan bagi pelaku usaha nonanggota.
“Dengan prinsip saling mendukung dan kemitraan yang kuat, koperasi ini menjadi tulang punggung ketersediaan bahan pokok bagi pengrajin, sekaligus menjaga harga tetap stabil dan terjangkau,” ujarnya.
Dalam memperluas jaringan ekonomi, Primkopti menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk KSU Berkat Jaya di Samboja.
Kolaborasi itu memperkuat rantai pasok bahan baku sekaligus mendorong sinergi ekonomi antar-pelaku UMKM.
Mengikuti perkembangan zaman, Primkopti juga menerapkan sistem keuangan digital. Aplikasi internal digunakan untuk mencatat transaksi, memantau stok, dan menyusun laporan keuangan secara transparan.
Setiap tahun, koperasi juga menggelar rapat anggota tahunan (RAT) tepat waktu sebagai wujud tata kelola yang akuntabel.
Menariknya, koperasi itu menjalankan seluruh aktivitas usaha tanpa bergantung pada pinjaman perbankan.
Semua transaksi dilakukan secara mandiri tanpa riba, baik tunai maupun kredit, dengan menekankan prinsip kejujuran dan kesetaraan.
Kesejahteraan anggota menjadi prioritas utama. Seluruh anggota telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Koperasi juga memberikan santunan kecelakaan kerja hingga Rp 42 juta dan dana sosial hingga Rp 2,5 juta untuk anggota yang sakit, maksimal tiga kali dalam setahun.
Selain itu, setiap Lebaran, koperasi menyalurkan THR dan membagikan sisa hasil usaha (SHU) yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Ketika ada anggota yang kesulitan, koperasi tidak memberi pinjaman uang, melainkan bahan baku seperti kedelai agar produksi tetap berjalan. Semangat gotong royong itu menjadi dasar pengelolaan koperasi.
Berkat manajemen yang solid dan semangat kolektif, Primkopti meraih predikat Koperasi Sehat dan Terbaik. Ke depan, koperasi menargetkan peningkatan fasilitas transportasi anggota dan perluasan layanan sosial.
“Dengan moto Anggota Bahagia, Keluarga Sejahtera, Masyarakat Terberdaya, kami berkomitmen menjadi pelopor koperasi pangan yang tangguh dan mandiri,” pungkas Imam. (pus/rd)
Editor : Romdani.