KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Kilat, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, Sabtu (25/10), dengan sigap dan cepat diantisipasi sehingga mengurangi dampak yang lebih besar.
Di tengah sempitnya akses, BPBD Balikpapan dan para relawan serta instansi lainnya berjuang padamkan api yang cepat membesar karena kondisi lingkungan padat dan akses jalan yang sempit, sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Operasi penanganan dilakukan langsung di lapangan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan Usman Ali. BPBD menurunkan 12 unit armada dari seluruh pos, dibantu oleh PHM, PAMAT Polda serta unsur relawan kebencanaan lainnya.
“Kondisi akses yang sempit dan kepadatan bangunan membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati agar api tidak merembet ke rumah lain,” jelasnya.
Berkat kerja cepat dan sinergi antarinstansi, api akhirnya berhasil dikendalikan, dan tidak menimbulkan korban jiwa. Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Memasuki musim hujan, BPBD Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran permukiman. Meski curah hujan mulai meningkat, kasus kebakaran masih kerap terjadi.
Menurut Usman Ali, kondisi cuaca yang tidak menentu di mana siang hari masih terasa panas terik sementara malam disertai hujan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama akibat pemakaian listrik berlebihan dan kelalaian.
“Kami mengimbau warga agar selalu berhati-hati dalam menggunakan listrik, jangan menumpuk stop kontak dan jangan pernah meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Kewaspadaan kecil bisa mencegah bencana besar,” ujar Usman.
Selain itu, BPBD terus memperkuat upaya patroli dan sosialisasi pencegahan kebakaran melalui kerja sama dengan kelurahan dan RT. Kawasan padat penduduk memang paling rentan. Api cepat menyebar, sementara jalur pemadaman terbatas. Itu sebabnya, langkah pencegahan menjadi sangat penting. (*)
Editor : Duito Susanto