Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kampung Bungas Juara CGH: Inovasi Pertanian Hidroponik Dongkrak Ekonomi Warga

Supriyono Lupus • Selasa, 4 November 2025 | 16:14 WIB

 

Warga 5 RT kawasan Kampung Bungas, Kelurahan Gunung Sari Ilir bersama Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Camat Balikpapan Tengah Ariefdah Aida Kuntjoro, dan Sekretaris DLH Balikpapan Mustamin.
Warga 5 RT kawasan Kampung Bungas, Kelurahan Gunung Sari Ilir bersama Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Camat Balikpapan Tengah Ariefdah Aida Kuntjoro, dan Sekretaris DLH Balikpapan Mustamin.
BALIKPAPAN - Kawasan Kampung Bungas di Kelurahan Gunung Sari Ilir menorehkan prestasi dengan meraih juara 1 lomba Clean, Green, and Healthy (CGH) tingkat Kota Balikpapan 2025. Kawasan yang terdiri dari RT 64, 65, 66, 68 dan RT 69 ini dikenal dengan inovasi pertanian hidroponik.

Inovasi tersebut tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warganya. Kampung Bungas digagas oleh Suwanto Anggota DPRD Kota Balikpapan, sejak 2019 telah memulai ide pengembangan kawasan hijau produktif di dua RT.

Seiring waktu, konsep ini mendapat sambutan luas dari masyarakat. Tahun 2022 berkembang menjadi empat RT, dan pada 2024 semakin meluas menjadi lima RT aktif yang tergabung dalam kawasan Kampung Bungas.

“Target kami sepuluh RT bisa menjadi kawasan buah, bunga, dan sayur yang betul-betul menjanjikan ke depan,” ujar Suwanto.

Keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi warga Kampung Bungas. Mereka memanfaatkan setiap ruang, termasuk di atas parit dan pekarangan sempit untuk menanam aneka komoditas. Hingga kini, tercatat 18 titik hidroponik dengan lebih dari 3.000 lubang tanam aktif digunakan.

Kawasan RT 66 Kampung Bungas terdapat akvitas pengelolaan sampah berupa pendauran ulang hingga pembuatan pupuk organik.
Kawasan RT 66 Kampung Bungas terdapat akvitas pengelolaan sampah berupa pendauran ulang hingga pembuatan pupuk organik.

Berbagai tanaman tumbuh subur di kawasan ini. Untuk buah-buahan, warga menanam melon, jeruk, alpukat, mangga, dan durian bahkan pisang di beberapa titik tanah. Sementara itu, tanaman sayur dan bunga menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

“Lahan sempit bukan masalah, justru menjadi tantangan bagaimana bisa menghasilkan cuan. Hasil panen sudah kami pasarkan ke pasar, katering, dan hotel,” terang Suwanto.

Selain menjadi kawasan hijau, Kampung Bungas juga dikembangkan sebagai destinasi edukasi dan wisata lingkungan. Meskipun baru pertama kali mengikuti lomba pada 2025, Kampung Bungas langsung menorehkan prestasi sebagai juara pertama.

“Kami membangun kawasan ini bukan untuk lomba, tapi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Lomba hanyalah bonus dari kerja keras dan kolaborasi warga,” tegasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Kampung Bungas #juara #Gunung Sari Ilir #Lomba CGH Balikpapan 2025