Inovasi tersebut tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warganya. Kampung Bungas digagas oleh Suwanto Anggota DPRD Kota Balikpapan, sejak 2019 telah memulai ide pengembangan kawasan hijau produktif di dua RT.
Seiring waktu, konsep ini mendapat sambutan luas dari masyarakat. Tahun 2022 berkembang menjadi empat RT, dan pada 2024 semakin meluas menjadi lima RT aktif yang tergabung dalam kawasan Kampung Bungas.
“Target kami sepuluh RT bisa menjadi kawasan buah, bunga, dan sayur yang betul-betul menjanjikan ke depan,” ujar Suwanto.
Keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi warga Kampung Bungas. Mereka memanfaatkan setiap ruang, termasuk di atas parit dan pekarangan sempit untuk menanam aneka komoditas. Hingga kini, tercatat 18 titik hidroponik dengan lebih dari 3.000 lubang tanam aktif digunakan.
Berbagai tanaman tumbuh subur di kawasan ini. Untuk buah-buahan, warga menanam melon, jeruk, alpukat, mangga, dan durian bahkan pisang di beberapa titik tanah. Sementara itu, tanaman sayur dan bunga menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
“Lahan sempit bukan masalah, justru menjadi tantangan bagaimana bisa menghasilkan cuan. Hasil panen sudah kami pasarkan ke pasar, katering, dan hotel,” terang Suwanto.
Selain menjadi kawasan hijau, Kampung Bungas juga dikembangkan sebagai destinasi edukasi dan wisata lingkungan. Meskipun baru pertama kali mengikuti lomba pada 2025, Kampung Bungas langsung menorehkan prestasi sebagai juara pertama.
“Kami membangun kawasan ini bukan untuk lomba, tapi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Lomba hanyalah bonus dari kerja keras dan kolaborasi warga,” tegasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki